Saham BNI Dikeluarkan dari IHSG
Rabu, 04 Okt 2006 11:32 WIB
Jakarta - Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bernasib sama dengan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) yang harus hengkang dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Saham-saham ini terpaksa dikeluarkan dari penghitungan IHSG karena jumlah saham yang beredar sangat kecil. Jika dimasukkan dalam IHSG, maka transaksi sahamnya tidak mencerminkan keseluruhan saham perusahaan tersebut.Saham BNI dikeluarkan dari penghitungan IHSG mulai Rabu 4 Oktober 2006. Saham BNI yang beredar di pasar hanya sebesar 0,89 persen."Sehingga apabila pergerakan harga saham BNI tetap dimasukkan dalam penghitungan indeks dapat menimbulkan informasi yang kurang akurat terhadap pergerakan semua indeks yang ada di BEJ," kata Kepala Divisi Perdagangan BEJ, Supandi, Rabu (4/10/2006).Keputusan BEJ ini dikeluarkan setelah sebelumnya terjadi kehebohan pada harga saham BNI, yang dalam tiga minggu meroket hingga 77,24 persen dari Rp 1.340 (11 September) menjadi Rp 2.375 (28 September).Otoritas bursa akhirnya mensuspensi saham BNI selama tiga hari dan kembali memperdagangkannya pada Rabu ini. BEJ telah mengeluarkan saham PT Excelcomindo Pratama Tbk dari perhitungan IHSG karena saham yang beredar hanya 0,165 persen. Sedangkan saham HM Sampoerna yang dimiliki publik hanya sebesar 2,05 persen.
(ir/qom)











































