Divestasi BNI Jangan dengan Menggandeng Investor Strategis

Divestasi BNI Jangan dengan Menggandeng Investor Strategis

- detikFinance
Rabu, 04 Okt 2006 14:21 WIB
Jakarta - Divestasi BNI diharapkan dilakukan melauli pasar modal ketimbang melalui investor strategis. Divestasi di pasar modal dinilai tidak akan menimbulkan kontroversi yang berujung pada permasalahan baru."IPO tidak menimbulkan kontroversi karena mekanisme pasar modal sudah jelas," kata Chief economist BNI Tony Prasetiantono disela-sela acara buka puasa bersama BNI, Selasa (3/10/2006).Tony mencontohkan divestasi yang menimbulkan kontroversi karena dilakuakan melalui strategic sale adalah penjualan saham PT Semen Gresik Tbk yang dijual ke Cemex dan Indosat yang dijual ke STT.Menurutnya pelepasan saham BNI dalam jumlah signifikan bisa dilakukan tanpa menjual ke investor strategis.Divestasi secara signifikan bisa dilakukan di bursa secara bertahap sehingga harga saham juga tetap terjaga."Bisa dilakuakn secara bertahap 10 persen dulu baru nanti ditambah lagi 10 persen," katanya.Menurutnya, kenaikan harga saham BNI yang cukup signifikan belakangan ini sehingga dihentikan perdagangannya memang akibat terlampau kecilnya saham beredar. Sehingga divestasi pemerintah atau right issue memang mendesak dilakukan."Kalau sahamnya 20-30 persen tidak akan volatile begitu," kata Tony.Direktur Utama BNI Sigit Pramono juga kembali menyatakan pihaknya telah menyerahkan kajian baik divestasi maupun right issue kepada pemerintah. BNI sendiri berharap langkah yang diambil adalah right issue karena dana yang terkumpul akan masuk kembali ke BNI untuk meningkatkan modal."Tapi keputusannya tetap di pemerintah," ujar Sigit. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads