Bumi Dapat Pinjaman US$ 1,2 Miliar
Rabu, 04 Okt 2006 15:25 WIB
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperoleh pinjaman sindikasi senilai US$ 1,2 miliar. Pinjaman tersebut terdiri dari penerbitan surat utang Indocoal Floating Rate Notes sebesar US$ 900 juta dan fasilitas pinjaman sebesar US$ 300 juta.Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk pembayaran surat berharga Indocoal yang jatuh tempo April 2006 sebesar US$ 800 juta. Sementara sisanya untuk membiayai sekuritisasi piutang dari anak perusahaan BUMI lainnya PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.Demikian penjelasan Vice President BUMI, Harya Hidayat, dalam laporannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (4/10/2006). Surat berharga dikeluarkan dalam dua tranch, yakni tranch A-1 dengan nilai US$ 600 juta jatuh tempo 28 September 2011 dengan suku bunga LIBOR+325 basis poin.Tranch A-2 sebesar US$ 300 juta yang jatuh tempo 28 September 2012 dengan suku bunga LIBOR+500 basis poin.Menurut Harya, surat utang tersebut juga tidak diberikan peringkat, tidak terdaftar dan ditempatkan secara terbatas.BUMI juga mendapatkan pinjaman sebesar US$ 300 juta dengan tenor 3 tahun. Credit Suisse bertindak sebagai agen eksklusif, bookrunner dan mandated arranger atas semua transaksi tersebut.
(ir/ir)











































