BI: Dolar Tak Dalam Kondisi Bagus
Jumat, 06 Okt 2006 14:15 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah akan terus menguat di masa mendatang. Selain didukung oleh faktor internal, rupiah disokong oleh kondisi dolar AS yang sedang tidak 'sehat'."Estimasi saya, rupiah justru akan menguat. Apalagi melihat faktor eksternal, dolar sendiri tidak dalam kondisi yang bagus," ujar Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin saat dicegat usai salat Jumat di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (6/10/2006).Aslim menjelaskan, dolar AS saat ini kurang disokong oleh perekonomian AS yang diprediksi semakin mendekati reses."Selain itu trade defisitnya juga sangat besar, sehingga momentum dolar menguat sangat kecil di situ. Dan itu memberikan dampak positif terhadap mata uang yang lain termasuk rupiah," jelas Aslim. Sementara faktor internal juga terus menyokong nilai tukar rupiah seperti neraca berjalan yang surplus. "Dan itu cukup bagus untuk tambah cadangan devisa kita. Berarti ekspor kita peningkatannya cukup signifikan," tambahnya. Mengenai nilai tukar rupiah yang aman, Aslim mengungkapkan bahwa berdasarkan survei, para importir merasa nyaman jika nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 8.500-9.000 per dolar AS. Sedangkan eksportir akan merasa nyaman jika rupiah berada di Rp 9.000-9.500 per dolar AS.
(qom/nrl)










































