Restrukturisasi Utang Belum Selesai, Citatah Masih akan Rugi
Jumat, 06 Okt 2006 18:16 WIB
Jakarta - Produsen Marmer PT Citatah Tbk diperkirakan masih akan mencatat rugi bersih di akhir tahun 2006 akibat Restrukturisasi utang sebesar US$ 10 juta yang belum juga selesai. Diperkirakan akhir tahun ini rugi bersih Citatah mencapai Rp 2,06 miliar."Proyeksi kerugian ini setelah mempertimbangkan kemungkinan penjualan akhir tahun meningkat 13,7 persen dibandingkan 2005 atau sebesar Rp 80,748 miliar," kata Presiden Direktur Citatah Taufik Johannes dalam paparan publik di Bursa Efek Jakarta, Jumat (6/10/2006).Hingga kini, restrukturisasi utang perseroan sebesar US$ 10 juta dan bunga US$ 3,5 juta masih terganjal Bank Lippo dan PT Perusahaan Penilai Aset (PPA) selaku kreditur. Padahal sejak Maret 2005, perseroan telah membuat kesepakatan dengan Parallax Venture Partner Ltd, investor asal Singapura untuk merestrukturisasi total utang dengan mengkonversi saham perseroan. Rencananya, setelah proses restrukturisasi utang, Parallax akan memiliki 50,1 persen saham Citatah. Selain itu Parallax juga akan menerbitkan obligasi US$ 4 juta untuk modal kerja. Pada semester pertama tahun 2006, perseroan membukukan laba Rp 61 juta. Meningkat dibanding semester pertama 2005 yang mencatat rugi Rp 11,045 miliar. Pencapaian laba dipengaruhi peningkatan penjualan 8,2 persen dari Rp 31,188 miliar menjadi Rp 33,748 miliar. Karena kekurangan modal kerja, saat ini perseroan hanya berproduksi 25 persen dari kapasitas total. Akibatnya, mereka hanya mampu memproduksi marmer sebanyak 1.000 meter kubik per bulan dari kapasitas 4.000 meter kubik per bulan.
(ard/qom)











































