Farralon Pijak Bisnis Farmasi ?

Farralon Pijak Bisnis Farmasi ?

- detikFinance
Rabu, 11 Okt 2006 10:16 WIB
Jakarta - Kabar masuknya perusahaan investasi asal AS, Farralon ke perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk telah santer di lantai bursa sejak pekan lalu.Pelaku pasar menduga masuknya Farralon ke bisnis farmasi sebagi langkah strategis mendiversifikasi dananya di sektor rill, tidak sekedar industri keuangan.Namun benarkah Farralon yang di Indonesia memiliki saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Farindo, telah merambah bisnis farmasi ?Manajemen Kalbe Farma hanya memberikan jawaban diplomatis atas kabar tersebut. Manajemen menolak membenarkan atau membantah kabar itu. "Transaksi saham yang dilakukan oleh investor merupakan mekanisme pasar murni yang berada di luar kewenangan manajemen perseroan," kata Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Justian Sumardi dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (11/10/2006).Meski demikian sebelumnya manajemen mengakui, bahwa Kalbe yang kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia -- setelah merger dengan PT Dankos Laboratories Tbk (DNKS) dan PT Enseval --, memang banyak diminati oleh investor asing.Kasak-kusuk di lantai bursa justru mempercayai Farralon telah masuk Kalbe Farma. Namun Farralon dikabarkan hanya membeli sedikit saham di Kalbe Farma, jauh dari jumlah mayoritas.Kalbe Farma yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 13,4 triliun ini, pemegang saham mayoritasnya dikuasai oleh enam perusahaan dengan total jumlah sebesar 52,87 persen. Keenam perusahaan itu adalah PT Bina Artha Charisma 8,58 persen, PT Gira Sole Prima 9,41 persen, PT Ladang Ira Panen 8,58 persen, PT Lucasta Murni Cemerlang 8,74 persen, PT Diptanala Bahana 8,64 persen, dan PT Santa Seha Sanadi 8,92 persen. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads