IHSG Gagal Pertahankan Rekor Baru
Rabu, 11 Okt 2006 16:27 WIB
Jakarta -
Tingginya harga sejumlah saham unggulan menuai aksi ambil untung, yang membuat indeks saham sulit mempertahankan rekor barunya.Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (10/10/2006), IHSG membukukan level tertingginya sepanjang sejarah di posisi 1.554,917. Namun pada penutupan perdagangan Rabu (11/10/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 1,798 poin (0,12%) pada level 1.553,119.Investor melakukan konsolidasi terbatas terhadap saham-saham perbankan seperti BCA dan BRI. Namun saham Bank Mandiri masih terus menanjak.Indeks LQ-45 turun 0,781 poin (0,23%) pada level 339,222 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,902 poin (0,34%) pada level 264,091.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 25.173 kali, dengan volume 1,967 miliar unit saham, senilai Rp 1,995 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 52 saham naik, 71 saham turun dan 68 saham staganan.Saham-saham yang yang turun harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 400 menjadi Rp 11.400, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 75 menjadi Rp 3.425, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 4.625, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 4.925, dan Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 185.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 250 menjadi Rp 13.550, United Tractors (UNTR) naik Rp 150 menjadi Rp 6.300 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 2.575.
(ir/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
