Holding BUMN Tambang Paling Lambat Semester I-2007
Kamis, 12 Okt 2006 17:24 WIB
Jakarta - Pemerintah memastikan pembentukan perusahaan induk (holding company) tiga BUMN tambang yakni PT Timah Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, paling telat semester I-2007. Setelah holding company dibentuk pemerintah juga akan memikirkan pelaksanaan Initial Public Offering (IPO).Demikian dikatakan Deputi Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (Piset) Menneg BUMN Roes Aryawijaya, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2006).Roes menilai holding company dilakukan untuk mengantisipasi semakin meningkatnya harga komoditi pertambangan di pasar internasional. "Perlu cara atraktif untuk menaikkan nilai perusahaan dengan cara digabungkan," ucapnya.Mengenai rencana IPO holding company, menurut Roes, pemerintah berketetapan untuk mempertahankan 51 persen saham mayoritasnya.Roes menjelaskan, pembentukan holding company akan membutuhkan waktu sektitar tiga hingga enam bulan. "Semuanya sudah siap, tinggal tunggu dari Menneg BUMN, paling lambat harus sebelum akhir tahun ini," katanya.Untuk setoran dividen pemerintah dari beberapa BUMN pertambangan yang akan digabung, Roes mengatakan, hal itu masih akan dikaji. Akan dilihat mana yang lebih menguntungkan tetap disetorkan masing-masing atau digabungkan.Pemerintah juga akan memikirkan untuk mengambil langkah-langkah mengambil alih sejumlah saham yang menjadi hak pemerintah di kuasa pertambangan. "Kalau merupakan sesuatu yang baik dan memungkinkan, kenapa tidak," ujarnya.
(ir/nrl)











































