BEJ Pede Target 25 Emiten 2007

BEJ Pede Target 25 Emiten 2007

- detikFinance
Jumat, 13 Okt 2006 09:37 WIB
Jakarta - Meski beberapa tahun terakhir kesulitan mencapai target, Bursa Efek Jakarta (BEJ) tetap percaya diri (pede) menggaet 25 emiten tahun 2007.Pertimbangan kondisi ekonomi yang membaik tahun depan menjadi pendorong utama perusahaan masuk ke bursa sebagai alternatif sumber pendanaan."25 emiten tahun 2007 bukan ambisius karena kondisi pasar makin bagus. Perusahaan juga butuh dana untuk ekspansi," kata Direktur Utama BEJ, Erry Firmansyah, usai RUPSLB penetapan RKAT 2007 di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Kamis malam, (12/10/2006).Erry juga mengatakan, dampak penghapusan tax clearance terhadap penambahan jumlah emiten baru akan terasa secara penuh tahun depan. Pasalnya, BEJ telah melakukan pendekatan dengan beberapa calon emiten dari BUMN maupun perusahaan swasta.Sampai akhir tahun 2006, Erry memperkirakan, masih akan ada sekitar 4 emiten baru. Sehingga jumlah emiten yang akan listing tahun ini diperkirakan hanya berjumlah 13 emiten dari target semula 20 emiten yang kemudian direvisi menjadi 15 emiten.Sebelumnya, Tahun 2005 BEJ juga melakukan revisi target emiten baru. Dari target awal 30 emiten diturunkan menjadi 10-15 emiten. Sementara dari target tersebut yang terealisasi hanya 8 emiten baru. Demikian pula tahun 2004 dari target semula 20 emiten yang terealisasi hanya 12 emiten baru.Dalam RKAT tahun 2007 BEJ juga menargetkan pendapatan usaha perseroan tumbuh 6,8 persen menjadi 167,689 miliar dibanding target RKAT 2006 revisi sebesar Rp 157,070 miliar. Laba usaha juga ditargetkan tumbuh 48,2 persen menjadi 21.054 miliar. Sementara target laba bersih naik 7,5 pernsen menjadi 54,489 miliar dibanding target RKAT tahun 2006 Rp 50,67 miliar.Nilai transaksi harian untuk RKAT 2007 ditargetkan Rp 1,65 triliun, sedangkan RKAT 2006 menargetkan nilai transaksi harian Rp 1,2 triliun.Asumsi yang dijadikan acuan bagi penetapan RKAT 2007 BEJ adalah pertumbuhan ekonomi antara 6-7 persen, laju inflasi 8 persen, nilai tukar rupiah 9,300 per USD, rata-rata suku bunga SBI 9 persen dan suku bunga deposito 9 persen.Erry juga menambahkan, tahun depan BEJ akan merealisasikan program upgrading sistem perdagangan yang semula diharapkan selesai tahun ini. Untuk itu BEJ menganggarkan pengeluaran untuk upgrading sistem sebesar Rp 19,8 miliar sebagai kelanjutan dari investasi tahun ini sebesar Rp 3,3 miliar."Tahun 2006 kita mulai investasi untuk JATS tapi tidak seperti yang diharapkan karena remote trading baru terlaksana penuh tahun 2006. Tender untuk mesin perdagangan akan dilakukan akhir tahun ini," ujar Erry.Ketika ditanya apakan dalam RUPSLB juga dibahas mengenai kelemahan BEJ yang ditemukan dalam audit Bapepam, Erry menjawab hal tersebut tidak dibahas."Tidak ada pembicaraan diluar RKAT," jawabnya. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads