Ancol Rencanakan Lepas Lagi 5% Saham

Ancol Rencanakan Lepas Lagi 5% Saham

- detikFinance
Selasa, 17 Okt 2006 12:30 WIB
Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berencana melepas lagi 5 persen sahamnya ke publik, yang merupakan sisa dari IPO tahun 2004.Pada tahun 2004 semula Ancol akan menjual 15 persen saham, namun porsinya dikurangi menjadi 10 persen.Pelepasan 5 persen saham ini akan dilakukan tahun depan jika kondisi pasar saham dinilai bagus. Hasil dana pelepasan 5 persen saham tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha perseroan."Kalau pelepasan 5 persen saham sisa IPO dilakukan, rights issue atau penerbitan obligasi tidak dilaksanakan tahun depan. Kita tidak ingin ada kelebihan dana dan disimpan ke deposito," kata Direktur Utama Ancol, Budi Karya Sumadi, Senin malam (16/10/2006).Namun Budi tidak merinci berapa kisaran harga dan target perolehan dana pelepasan 5 persen saham IPO tersebut.Alternatif lain pendanaan adalah, Ancol akan menerbitkan obligasi atau rights issue senilai Rp 200 miliar pada pertengahan tahun 2007. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk sumber pendanaan belanja modal tahun 2007 sebesar Rp 250-300 miliar.Manajemen perseroan masih menunggu dan melihat perkembangan kondisi yang tepat. Bila harga saham perseroan bagus, maka perseroan akan memilih rights issue. Namun, bila suku bunga turun dan harga properti naik, maka penerbitan obligasi akan dipilih."Apakah kita akan ambil rights issue atau menerbitkan obligasi, belum kita tentukan," kata Budi.Sebelumnya, Pembangunan Jaya Ancol telah menunda rencana aksi korporasi tersebut sejak awal Juni 2005. Penundaan ini seiring dengan tidak kondusifnya kondisi pasar."Dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan dan perkembangan pasar obligasi saat ini yang kurang kondusif manajemen memutuskan untuk menunda rencana," katanya.Dana hasil aksi korporasi ini dimaksudkan untuk mendanai ekspansi bisnis pada properti rekreasi, renovasi gelanggang renang dan taman rekreasi laut dan reklamasi. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads