Kinerja Hingga September Oke, INCO Bagi Dividen Interim

Kinerja Hingga September Oke, INCO Bagi Dividen Interim

- detikFinance
Senin, 30 Okt 2006 16:43 WIB
Jakarta - Perusahaan tambang, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) akan membagikandividen interim 2006 sebesar US$ 0,025 per saham pada 5 Desember 2006.Dividen akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam recording date pada 22 November 2006. Pembagian deviden itu seiring meningkatnya kinerja perseroan sampai September 2006.Pemegang saham Indonesia akan menerima dividen dalam rupiah yang nilainya setara dengan dividen yang dibayarkan dalam dolar AS berdasarkan kurs tengah yangditetapkan oleh BI pada 22 November 2006. Sedangkan pemegang saham asing akan menerima dividen dalam dolar AS.Demikian penjelasan Presiden Direktur INCO, Arif Siregar dalam siaran pers, Senin (30/10/2006).Sampai September 2006, INCO membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,4 persen menjadi US$ 247,9 juta, dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 211,1 juta.Laba per saham juga meningkat menjadi US$ 0,25 dibanding periode sebelumnya US$ 0,21 per saham.Kenaikan laba bersih itu terutama dipicu oleh naiknya penjualan perseroan sekitar 14 persen menjadi US$ 748,1 juta, dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 653,7 juta. Dengan kinerja penjualan tersebut, laba usaha perseroan meningkat dari US$ 310,941 juta per September 2005 menjadi US$ 351,028 juta per September 2006.Perseroan mencapai produksi triwulan ketiga tahun ini sebesar 37,8 juta pon nikel dalam matte dibanding dengan produksi 43,3 juta pon pada periode yang samatahun sebelumnya. "Namun demikian, dampak keuangan dari produksi yang lebih rendah dapat dikompensasikan dengan harga nikel dalam matte yang lebih tinggi," ujar Arif.Menurutnya, harga rata-rata nikel selama sembilan bulan pertama 2006 mencapai US$ 15.259 per ton atau US$ 6.92 per pon.Arif juga mengatakan, penurunan produksi dibanding tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh terbakarnya transformer pada tanur listrik nomor 2 pada akhir Mei lalu."Penggantian, uji coba dan pemanasan kembali memerlukan waktu hampir 12 minggu dimana tanur listrik tidak dapat beroperasi sampai pertengahan Agustus 2006," tuturnya.Berdasarkan waktu yang terbuang dan keberhasilan kembali pada tingkat produksi normal perseroan memperkirakan produksi tahun ini akan turun menjadi 158-159 juta pon nikel dalam matte dari rekor produksi 168 juta pon pada tahun 2005. (ard/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads