Rekor Baru IHSG Mulai Terjegal

Rekor Baru IHSG Mulai Terjegal

- detikFinance
Rabu, 08 Nov 2006 16:37 WIB
Jakarta - Setelah naik tajam dengan 9 kali mencetak rekor baru secara terus menerus, indeks saham akhirnya goyah diterpa angin profit taking.Investor mulai tergoda merealisasikan keuntungan (gain) karena harga sejumlah saham sudah tinggi, yang membuat indeks saham berhenti sejenak menciptakan rekor baru.Pada penutupan perdagangan abu (8/11/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8,086 poin (0,49%) ke level 1.646,066.Eforia penurunan BI Rate tidak lagi berhembus kencang di lantai bursa, karena pelaku pasar sudah meresponnya sejak pekan lalu.Koreksi indeks ini dinilai wajar oleh pelaku pasar untuk menciptakan pasar yang sehat dan memberikan kesempatan investor melakukan konsolidasi. Indeks LQ-45 turun 1,886 poin (0,52%) pada level 361,615 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,791 poin (0,28%) pada level 282,746.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 20.619 kali, dengan volume 1,554 miliar unit saham, senilai Rp 1,685 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 41 saham naik, 80 saham turun dan 90 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 menjadi Ro 14.450, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 5.200, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 9.050, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.400, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 40 menjadi Rp 1.900 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.800.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 200 menjadi Rp 12.250, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 150 menjadi Rp 7.200 dan Bank Bukopin (BBP) naik Rp 20 menjadi Rp 590. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads