Teror Bom Mulai Diwaspadai Investor Saham
Senin, 13 Nov 2006 09:55 WIB
Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada awal pekan ini diperkirakan bergerak variatif. Teror bom yang terjadi di Restoran A&W Kramatjati Indah Plaza Sabtu pekan lalu (11/11/2006) dijadikan momentum aksi profit taking.Pada perdagangan saham pukul 09.39 JATS, Senin 913/11/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 15,713 poin (0,94%) pada level 1.649,124.Pelaku pasar mulai mewaspadai aksi-aksi teror bom di ibukota yang kerap muncul menjelang akhir tahun. Namun secara keseluruhan indeks diperkirakan masih berpeluang mencetak rekor lagi karena masih banyak sentimen positif yang akan mempengaruhinya.Selain penurunan BI Rate, perkembangan harga komoditas baik perkebunan maupun energi dapat memacu indeks naik lagi.Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (10/10/2006), IHSG naik 4,573 poin (0,275%) ke level tertingginya 1.664,837. Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas. Bhakti Securities Volume perdagangan yang semakin mengecil mengindikasikan penguatan indeks pada akhir pekan lalu rawan aksi profit taking. Indeks pada perdagangan awal pekan ini akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Sentimen regional menjadi pemicu arah pergerakan indeks dengan kisaran 1.640-1.685.BNI SecuritiesIndeks Jakarta diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Stabilitas nilai tukar serta kondisi bursa diharapkan dapat memberi sentimen positif terhadap pergerakan indeks. Saham-saham sektor telekomunikasi kemungkinan akan menjadi motor penggerak penguatan indeks. Diperkirakan indeks bergerak pada kisaran 1.655 - 1.674.
(ir/ir)











































