PDB Tak Mampu Dorong IHSG ke Jalur Hijau
Kamis, 16 Nov 2006 16:36 WIB
Jakarta - Pasar saham kembali mengalami koreksi lanjutan. Pengumuman angka pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan III-2006 tidak mampu mendorong indeks ke jalur hijau.Pada penutupan perdagangan Kamis (16/11/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 1,286 poin (0,08%) ke level 1.668,824.Meski sesuai prediksi pasar, angka PDB triwulan III-2006 yang sebesar 5,52 persen dinilai masih terlalu rendah.Pasalnya, jika pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 5,8 persen, maka PDB pada triwulan III-2006 seharusnya sudah mencapai 6 persen atau minimal 5,6-5,8 persen.Pelaku pasar khawatir jika tidak kerja keras pemerintah akan kesulitan mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,8 persen di akhir 2006. Indeks LQ-45 turun 0,901 poin (0,25%) pada level 366,136 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,915 poin (0,66%) pada level 286,349.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 22.268 kali, dengan volume 1,852 miliar unit saham, senilai Rp 2,256 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 69 saham naik, 61 saham turun dan 80 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 350 menjadi Rp 11.000, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 9.450, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 6.850, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 14.700, dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 25 menjadi Rp 3.400.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 100 menjadi Rp 3.450, Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 50 menjadi Rp 1.380 dan Bank Niaga (BNGA) naik Rp 40 menjadi Rp 920.
(ir/ir)











































