Peringkat Obligasi Infoasia Teknologi Global Diturunkan

Peringkat Obligasi Infoasia Teknologi Global Diturunkan

- detikFinance
Jumat, 17 Nov 2006 09:47 WIB
Jakarta - Perusahaan pemeringkat Kasnic Credit Rating Indonesia menurunkan peringkat obligasi PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG) dari A stable outlook menjadi A minus (A-) developing outlook.Penurunan peringkat ini sehubungan dengan dimasukkannya obligasi IATG I-2004 dalam rating watch pada November 2006.Obligasi IATG terdiri dari seri A sebesar Rp 35 miliar, seri B sebesar Rp 10 miliar dan seri C sebesar Rp 65 miliar. Namun Kasnic masih tetap memasukkan obligasi IATG dalam status rating watch."Penurunan peringkat tersebut didasarkan pada meningkatnya kompetisi baik di traffic whole selling maupun usaha berbasiskan Internet Protocol (IP) serta turunnya efisiensi operasional dan melemahnya posisi arus kas," kata analis Kasnic, Daniel Irawan, dalam siaran pers, Jumat (17/11/2006).Namun peringkat obligasi ini masih ditopang oleh potensi industri terkait dengan meningkatnya penggunaan teknologi pita lebar. Developing outlook merefleksikan adanya resiko ketidakpastian terkait dengan akuisisi GPN sebesar Rp 50,75 miliar dan rencana untuk mengembangkan usaha melalui bisnis berbasiskan IP. Dalam lima tahun terakhir pengembangan usaha berbasiskan IP yang dilakukan melalui anak Perusahaan PT Sejahtera Globalindo (SG) justru menunjukkan penurunan kinerja.IATG mengalami penurunan marjin operasi sebelum depresiasi, bunga dan pajak. Rasio tersebut turun dari 16,67 persen di tahun 2001 menjadi 13,86 persen untuk posisi September 2006. Secara rata-rata rasio marjin operasi sebelum depresiasi, bunga dan pajak mencapai 15 persen, dan kinerja tersebut masih berada di bawah kinerja perusahaan pembanding yang mencapai 42 persen. Pada akhir periode September, perusahaan membukukan total kas dan investasi sementara sebesar Rp 40,31 miliar.Jumlah pelanggan ritel untuk IP dan Virtual Private Network (VPN) juga mengalami penurunan lebih dari 50 persen sepanjang 2001-2005. Menurut rencana akuisisi GPN akan dibiayai oleh arus kas internal, dan persetujuan untuk rencana tersebut masih menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang akan diadakan pada tanggal 20 November. KASNIC berpendapat bahwa adanya pengeluaran kas yang cukup signifikan akan mempengaruhi posisi keuangan Perusahaan mengingat obligasi seri A senilai Rp 35 miliar akan jatuh tempo pada Desember 2007.GPN merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri televisi kabel, khususnya di daerah selatan Bali. GPN juga mengembangkan jaringan fiber optik dii daerah Nusa Dua dan memperoleh hak eksklusif selama 20 tahun dengan badan pengelola kawasan Nusa Dua. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads