Pembeli Lapindo Teman Baik Ical
Selasa, 21 Nov 2006 11:52 WIB
Jakarta - Siapa di balik pembeli Lapindo Brantas Inc, Freehold Group masih misterius. Namun akhirnya, seorang kawan Menko Kesra Aburizal Bakrie mengaku sebagai orang di balik Freehold. Ia mengaku membeli Lapindo karena ingin membantu keluarga Bakrie. Siapa dia?Orang itu adalah James Belcher, seorang teknisi kimia yang berubah haluan menjadi seorang pebisnis. Bersama sekitar 8 kawannya, Belcher mendirikan satu special purpose vehicle di British Virgin Island."Saya mengenal keluarga Bakrie hampir 25 tahun," ujar Belcher dalam wawancaranya dengan Financial Times dan dipublikasikan Selasa (21/11/2006)."Lumpur (Lapindo) ini adalah masalah yang signifikan bagi perusahaan induk. Setiap orang terkena dampaknya. Setiap orang ingin mengambil langkah untuk melindungi pemegang saham minoritas. Kapitalisasi pasar telah terkena pukulan, dan kami pikir potensinya cukup baik," urainya.PT Energi Mega Persada Tbk menjual seluruh sahamnya di PT Kalila Energi Ltd dan Pan Asia Enterprise Ltd selaku pemilik Lapindo kepada Freehold Group Ltd dengan nilai US$ 1 juta.Direktur Energi Mega Persada, Thomas L Soulsby sebelumnya mengungkapkan, Freehold Group selaku pembeli Kalila Energy dan Pan Asia merupakan perusahaan investasi yang berkedudukan hukum di British Virgin Island. Freehold juga dimiliki oleh Alsace Pte Ltd, sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura.Di bawah kesepakatan penjualan Lapindo ke Freehold, Belcher mengatakan, Minarak Labuan sebagai salah satu anak usaha Grup Bakrie akan memberi kontribusi yang signifikan terhadap penanganan lumpur."Sampai sekarang belum jelas siapa yang akan membayar. Saya telah mengenal keluarga Bakrie hampir 25 tahun dan melakukan kerjasama dalam beberapa tahun. Saya pikir akan sulit untuk mendapatkan jaminan yang lebih dari apa yang telah kami dapat," ungkap Belcher.Namun perjanjian itu tidak menyebutkan apakah nantinya Freehold akan menjual kembali Lapindo kepada keluarga Bakrie. "Saya tidak punya rencana tentang siapa menjual kepada siapa," ujar Belcher yang mengaku menikmati bisnis dengan keluarga Bakrie itu.Belcher juga mengaku 'ketagihan' berbisnis dengan keluarga Bakrie. "Ketika Anda merasa nyaman melakukan kesepakatan dengan seseorang dalam beberapa tahun, maka Anda akan melakukan kesepakatan lainnya," ujar Belcher.
(qom/sss)











































