BI Nyaman dengan Rupiah Saat Ini
Kamis, 23 Nov 2006 12:17 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengaku nyaman dengan posisi rupiah saat ini yang ada di kisaran 9.000-9.200 per dolar AS. Level rupiah ini tidak mengganggu performa ekspor."Kita comfortable dengan level ini selama volatilitas tidak besar. Saya merasa inflasi sekarang yang terjaga harus dijaga terus," kata Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom.Hal itu disampaikan Miranda, dalam acara seminar 'Economic Outlook 2007', yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (23/11/2006)."Dengan nilai tukar rupiah sekarang, nilai ekspor sudah cukup baik, jadi belum mempengaruhi performa ekspor," lanjut Miranda.Miranda melihat, volatilitas rupiah tahun depan juga akan berkurang, sehingga posisi rupiah akan lebih stabil.Gejala ini telah terlihat selama Oktober-November 2006, volatilitas rupiah hanya 0,5 persen atau lebih rendah dari periode normal yang biasanya di atas 1 persen.Ke depan, Miranda memperkirakan, volatilitas rupiah akan lebih stabil di kisaran 0,5 persen."Berarti rupiah lebih stabil pada ring seperti itu," tukas salah satu Diva Ekonomi Indonesia ini.Untuk inflasi tahun depan, Miranda memperkirakan, akan stabil di kisaran 6 persen plus minus 1 persen. Kestabilan ini terjadi karena tidak ada lagi tekanan pada administer price seperti kenaikan harga BBM tahun 2005.Tekanan global seperti pertumbuhan Cina dan Jepang juga tidak akan terlalu berpengaruh, kecuali pada harga minyak.Selain itu, pengaruh pelemahan nilai tukar saat ini juga tidak lagi berpengaruh langsung terhadap inflasi."Kita tidak lihat lagi ketika nilai tukar turun langsung secara otomatis barang impor naik, sekarang ada adjustment dalam waktu tertentu, pedagang juga tidak langsung menaikkan harga barang impor," papar Miranda.
(ir/sss)











































