Thanksgiving, Konsumen AS Pesta Belanja

Thanksgiving, Konsumen AS Pesta Belanja

- detikFinance
Sabtu, 25 Nov 2006 11:42 WIB
Jakarta - Tradisi tahunan Thanksgiving (Hari Bersyukur) yang sedang berjalan di AS menjadi berkah bagi pemilik toko karena masyarakat melakukan pesta belanja.Warga AS berbondong-bondong menuju pusat perbelanjaan sehari setelah Thanksgiving yang dinamakan kalangan industri sebagai Black Friday.Black Friday, dijadikan hari belanja oleh masyarakat AS, karena saat itu pusat perbelanjaan melakukan diskon besar-besaran untuk menarik pengunjung lebih banyak.Pesta belanja satu hari Jumat ini dimanfaatkan perusahaan ritel untuk memperbaiki kinerja penjualannya. Black Friday adalah satu hari setelah perayaan Thanksgiving yang jatuh setiap hari Kamis, minggu keempat November. Tahun ini Thanksgiving jatuh pada Kamis 23 November 2006.Penjualan yang tadinya negatif dengan simbol tinta merah bisa positif kembali yang ditunjukkan dengan tinta hitam, dari sinilah istilah Black Friday muncul. Sejak Jumat dini hari, konsumen di AS telah mengantri di depan pusat perbelanjaan toko atau mal yang masih tutup. Sepanjang hari itu bahkan pertokoan memperpanjang waktu bukanya.Seperti dikutip dari BBCNews, Sabtu (25/11/2006), konsumen rela mengantri berjam-jam dan tidak mempedulikan dinginnya udara demi membeli barang-barang bagus dengan harga miring.Raksasa ritel Wal-Mart, melakukan strategi harga yang agresif di musim dingin akhir tahun ini. Perusahaan pada Black Friday ini mulai buka pukul 5 pagi.Black Friday juga dijadikan konsumen untuk berbelanja lebih awal untuk persiapan Natal. Tahun lalu, total penjualan saat Black Friday turun sedikit 0,9 persen menjadi US$ 8 miliar dibanding tahun sebelumnya. Namun peritel bisa menutupinya dalam penjualan hari-hari terakhir setelah Natal.Untuk tahun ini, analis memperkirakan penjualan selama musim liburan November-Desember masih cukup kuat, meskipun perkiraannya masih lebih rendah dibanding tahun lalu."Jangan menilai rendah kemauan dan kemampuan konsumen untuk membelanjakan uangnya di musim liburan ini, walaupun tahun ini mereka dicekam oleh tingginya harga minyak dunia dan melemahnya pasar properti," kata Marie Driscoll, analis S&P.Sementara The National Retail Federation AS memperkirakan keuntungan musim belanja (November-Desember) ini sebesar 5 persen, lebih rendah dibanding tahun lalu yang sebesar 6,1 persen. (ir/ary)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads