Inflasi Turun, IHSG Melesat Tinggi
Jumat, 01 Des 2006 16:26 WIB
Jakarta - Pengumuman inflasi November yang turun membuat pasar saham bergeliat lagi. Indeks saham pun kembali nangkring di posisi terbaiknya.Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (1/12/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 15,789 poin (0,92%) menuju rekor baru 1.734,750.Inflasi November yang hanya 0,34 persen atau lebih rendah dari angka inflasi oktober yang mencapai 0,86 persen, membuat investor makin optimistis terhadap perekonomian Indonesia.Pelaku pasar yakin penurunan inflasi akan juga diikuti oleh penurunan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 7 Desember 2006.Indeks LQ-45 naik 3,407 poin (0,9%) pada level 380,332 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,857 poin (0,29%) pada level 296,336.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 25.726 kali, dengan volume 2,707 miliar unit saham, senilai Rp 1,913 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 77 saham naik, 45 saham turun dan 80 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 125 menjadi Rp 2.900, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.850, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 5.450, Bank Niaga (BNGA) naik Rp 50 menjadi Rp 1.050 dan Total Bangun Persada (TOTL) naik Rp 30 menjadi Rp 750. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 75 menjadi Rp 3.175, Adhi Karya (ADHI) turun Rp 40 menjadi Rp 770 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 10 menjadi Rp 800.
(ir/ir)











































