Pasar Monitor Saham Perbankan dan Rokok
Senin, 04 Des 2006 09:15 WIB
Jakarta - Saham-saham perbankan akan menjadi perhatian utama investor di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pekan ini, menyusul rencana penurunan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) 7 Desember 2006.Demikian pula dengan saham rokok yang akan kembali dicermati menyusul kebijakan pemerintah yang menaikkan harga jual eceran (HJE) rokok sebesar 7 persen mulai 1 Maret 2007. Pada perdagangan awal pekan Senin (4/12/2006), saham perbankan dan rokok akan menjadi motor utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Turunnya inflasi November menjadi 0,34 persen dari bulan sebelumnya 0,86 persen membuat pelaku pasar yakin BI akan menurunan BI Rate antara 25-50 basis poin.Akibatnya saham-saham yang sensitif terhadap penurunan suku bunga seperti perbankan, properti dan ritel bakal terus menjadi sorotan pada pekan ini.Selain itu aksi korporasi Bank Mandiri yang melepas 140-145 juta saham hasil pelaksanaan management stock option plan (MSOP) akan menambah pesona saham perbankan.Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (1/12/2006), IHSG naik 15,788 poin (0,91%) ke level tertingginya 1.734,350, karena sentimen positif penurunan inflasi. Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.Bhakti SecuritiesSetelah menguat sebesar 10 persen pada sepekan kemarin, indeks pada perdagangan pekan ini kami perkirakan akan melemah terlebih dahulu sebelum kembali naik mengantisipasi arah pergerakan BI Rate pada akhir pekan. Indeks akan bergerak variatif negatif dengan kisaran pergerakan di 1.715-1.738.BNI SecuritiesData inflasi November 2006 lebih rendah dari yang diperkirakan pelaku pasar, ekspektasi penurunan tingkat BI Rate semakin tinggi. Peningkatan pergerakan IHSG diperkirakan masih dapat terjadi terutama pada sektor perbankan, infrastruktur dan retail. Projectory band IHSG ada pada kisaran level 1.705-1.749.
(ir/ir)










































