Merger BEJ-BES Perlu Ditindaklanjuti Demutualisasi

Merger BEJ-BES Perlu Ditindaklanjuti Demutualisasi

- detikFinance
Kamis, 07 Des 2006 18:10 WIB
Jakarta - Setelah disetujuinya proses penggabungan usaha (merger) antara Bursa Efek Surabaya (BES) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meminta agar ditindaklanjuti dengan konsep demutualisasi bursa. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan bursa Indonesia yang lebih kokoh dan bisa bersaing dengan bursa luar negeri."Yang lebih baik demutualisasi bursa sehingga bursa itu menjadi lebih baik," kata Ketua AEI Airlangga Hartarto saat ditemui di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, Kamis (7/12/2006).Konsep demutualisasi bursa sempat diwacanakan. Bahkan, dalam Rencana Induk Pasar Modal 2005-2009 sebelumnya telah digariskan penggabungan bursa ini akan dilakukan saat demutualisasi bursa tahun 2008. Namun, Airlangga mengingatkan, demutualisasi bursa ini nantinya harus dilakukan dengan hati-hati. Hal itu disebabkan adanya tren bursa asing mengakuisisi bursa lainnya.Sementara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany berharap merger BEJ dan BES bisa direalisasikan sebelum akhir semester I-2007.Fuad mengakui, merger BEJ-BES dipercepat dari jadwal yang ditetapkan dalam blue print pasar modal yakni tahun 2008. Hal ini terkait dengan kebijakan sektor keuangan yang ditetapkan pemerintah. Agar realisasi itu bisa terwujud, Fuad berharap tim kajian merger antara BEJ dan BES yang dikoordinasikan Bapepam bisa secepatnya terbentuk. "Kita harapkan tim itu sudah mulai disiapkan sejak sekarang. Kita upayakan supaya proses merger ini berjalan dengan benar," tambahnya.Mengenai bentuk bursa setelah merger apakah penggabungan murni atau akuisisi, Fuad sepenuhnya menyerahkan kepada tim kajian merger. "Kita lihat hasil timnya saja, kita tidak ingin mendahului, nanti kesannya Bapepam terlalu mendikte," ujar dia. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads