Bunga Ditahan, Dolar Melempem
Rabu, 13 Des 2006 09:43 WIB
Washington - Dolar AS kian melempem setelah Bank Sentral AS (The Fed) menahan tingkat suku bunga pada 5,25 persen dan menyerukan keprihatinan tentang melemahnya perekonomian AS.Pada perdagangan Selasa (12/12/2006) di New York, euro langsung menguat ke level 1,3280 dolar, dari sebelumnya di level 1,3236 dolar. Namun dolar hanya melemah tipis ke level 116,80 yen, dibandingkan sebelumnya di 116,97 yen.Sementara nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (13/12/2006), dibuka tetap stabil pada level 9.065/9.070 per dolar AS.Selain tidak mengubah tingkat suku bunganya, The Fed juga mencermati prospek pertumbuhan ekonomi AS yang masih melemah."Pertumbuhan ekonomi telah melemah sepanjang tahun ini, yang sebagian merefleksikan melambatnya pertumbuhan pasar perumahan secara substansial," demikian pernyataan The Fed seperti dikutip dari AFP."Meski beberapa indikator ekonomi cukup beragam, perekonomian sepertinya akan tetap tumbuh pada tingkat yang moderat dalam keseimbangan dalam beberapa kuartal mendatang," tambah The Fed."The Fed sekarang mendeskripsikan melambatnya pasar perumahan sebagai hal yang 'substansial' dan 'beberapa indikator ekonomi cukup beragam', yang menggambarkan outlook yang terbatas," ujar ekonom Global Insight AS, Brian Bethune.
(qom/qom)











































