Belum Dibayar, Akuntan Great River Bantah Berkonspirasi

Belum Dibayar, Akuntan Great River Bantah Berkonspirasi

- detikFinance
Rabu, 13 Des 2006 10:51 WIB
Jakarta - Akuntan PT Great River Internasional Tbk dari kantor akuntan publik (KAP) Johan Malonda Astika dan Rekan membantah telah melakukan konspirasi. KAP itu bahkan mengaku belum menerima bayaran sepenuhnya."Sema sekali tidak. Terbukti hingga saat ini fee audit tahun 2003 dan 2002 sebagian besar belum dibayar," demikian pernyataan dari KAP Johan Malonda Astika dan Rekan dalam penjelasan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (13/12/2006).Namun KAP Johan Malonda menegaskan, belum dibayarnya fee tidak berarti pihaknya melakukan konspirasi dengan Great River."Sudah menjadi filosofi kantor KAP Johan Malonda, jika klien sedang dalam keadaan susah, maka kami tidak akan tambah memberatkan," tegas KAP Johan Malonda.Menurutnya, Great River yang masih terbelit masalah keuangan itu, sudah berkali-kali janji akan melunasi seluruh fee. "Dan karena fee Great River tidak terlalu berpengaruh pada kelangsungan KAP kami, maka kami dapat bersabar hingga sekarang," tambahnya.KAP Johan Malonda juga menegaskan, saat melakukan audit di tahun 2003, pembelian aset baru Great River berjumlah Rp 29,5 miliar dengan bukti-bukti yang cukup memadai. Sementara untuk pembelian aset di tahun 2004 dan 2005, KAP Johan Malonda mengaku tidak tahu-menahu.KAP itu juga mengakui, izin praktek Justinus A Sidharta sebagai akuntan publiknya telah dibekukan oleh Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik (BP2AP) selama 2 tahun terhitung sejak 15 Juni 2006.Sejak itu, Justinus tak lagi menandatangani laporan audit dan semua pekerjaannya dilanjutkan oleh 8 rekan lainnya.KAP Johan Malonda juga mengaku adanya kelebihan pencatatan atau overstatement penyajian account penjualan. Hal itu terjadi karena Great River menerima pekerjaan Maakloon atau CMT.Sebelumnya, Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany berniat untuk menyeret akuntan Great River ke meja hijau setelah hasil penelitian menunjukkan adanya konspirasi."Ada konspirasi antara emiten dan KAP dan direksi-direksinya. Sudah kita temukan bukti-bukti," tegas Fuad pada Kamis 7 Desember lalu.KAP Johan Malonda mengaudit laporan keuangan Great River tahun 2002 dan 2003 dan memberikan pendapat wajar atas laporan keuangan itu. (qom/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads