Bank Saudara Jadi Emiten Pamungkas 2006
Jumat, 15 Des 2006 10:06 WIB
Jakarta - Pencatatan saham PT Bank Himpunan Saudara HS 1906 Tbk (Bank Saudara) menjadi emiten terakhir (pamungkas) yang melantai di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahaun ini.Perdagangan perdana saham Bank Saudara pada pukul 09.56 JATS, Jumat (15/12/2006), telah memberikan gain 17,39 persen dengan naik Rp 20 menjadi Rp 135 per saham.Saham Bank Saudara yang ditawarkan ke publik sebanyak 500 juta saham atau 33,33 persen dengan harga Rp 115 per saham dan nilai nominal saham Rp 100.Total saham yang dicatatkan di BEJ mencapai 1,485 miliar saham yang berada di papan pengembangan dengan kode perdagangan SDRA.Perseroan menjanjikan akan membagikan dividen tunai sekurang-kurangnya 20 persen dari laba bersih tiap tahun.Bank Saudara yang berkantor pusat di Bandung, menunjuk PT Kresna Graha Sekurindo Tbk sebagai penjamin emisi. Dana hasil IPO sebesar 80 persen digunakan untuk meningkatkan pemberian kredit terutama pada kredit pensiunan, pegawai, dan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).Sebesar 10 persen untuk menambah jumlah jaringan operasional yakni kantor cabang baru. Serta 10 persen lagi untuk pengembangan sistem teknologi informasi.Sampai semester I-2006, Bank Saudara memiliki aset Rp 829 miliar dan rata-rata pertumbuhan aset per tahun 35 persen. Pendapatan bunga bersih Rp 37 miliar dan laba bersih Rp 5 miliar.Kredit per Juni 2006 mencapai Rp 600 miliar dan dana pihak ketiga Rp 629 miliar. Rasio CAR mencapai 14,66 persen, NPL 1,52 persen dan LDR 96,96 persen.Setelah IPO komposisi pemegang saham perseroan adalah PT Medco Inti Dinamika 11,36 persen, Arifin Panigoro 54,48 persen, publik 33,33 persen dan sisanya oleh perorangan dan Yayasan HS 1906.Total emiten baru yang menjadi tamu BEJ tahun ini ada 12 perusahaan. Emiten yang sudah tercatat di BEJ sepanjang 2006 sebelumnya adalah, PT Bakrie Telecom (BTEL), PT Malindo Feedmill (MAIN), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), Bank Bumi Artha (BNBA), Bank Bukopin (BBKP).PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA), dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) dan PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN).
(ir/ir)











































