Bursa Thailand Hancur, IHSG Tenggelam 50 Poin
Selasa, 19 Des 2006 16:27 WIB
Jakarta - Hancurnya pasar finansial Thailand menyeret pelemahan bursa Asia termasuk rontoknya indeks saham di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ).Pada penutupan perdagangan Selasa (19/12/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 50,950 poin (2,85%) pada level 1.736,670.Investor asing shock atas kejadian di pasar saham Thailand yang memicu keluarnya dana dari bursa Asia.Hal ini dipicu oleh melemahnya Baht Thailand pascakeluarnya aturan dari Bank Sentral Thailand, yang mewajibkan 30 persen dari mata uang asing dengan nilai lebih dari US$ 20.000 harus didepositokan tanpa bunga. "Investor asing sangat reaktif karena mereka masih kaget dan belum bisa berpikir jernih untuk kebijakan investasi selanjutnya, sehingga memutuskan untuk keluar dulu dari pasar Asia," kata Rohma Fitri, analis dari BNI Securities, ketika dihubungi detikcom, Selasa (19/12/2006).Pelemahan yang melanda semua bursa Asia ini dinilai Fitri, karena investor asing begitu panik terhadap kebijakan Bank Sentral Thailand. "Mereka lebih baik kena penalti (denda) daripada harus mengikuti kebijakan Bank Sentral Thailand, jadi memilih keluar dulu," lanjut Fitri.Seharusnya ungkap Fitri, investor lokal tidak perlu ikut-ikutan panik karena kondisi pasar di Indonesia berbeda jauh dengan Thailand, yang baru saja mengalami kudeta.Indeks LQ-45 turun 11,515 poin (2,96%) pada level 377,618 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 8,848 poin (2,86%) pada level 300,108.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 41.605 kali, dengan volume 4,280 miliar unit saham, senilai Rp 3,488 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, hanya 18 saham yang mengalami kenaikan, sedangkan 166 saham turun dan 53 saham stagnan.Saham-saham yang merosot harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 450 menjadi Rp 11.350, Indosat (ISAT) turun Rp 250 menjadi Rp 5.650, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 9.850, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 5.100 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.775.Sedangkan saham-saham yang masih bisa mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Bank Saudara (SDRA) naik Rp 10 menjadi Rp 205, Barito Pacific Timber (BRPT) naik Rp 10 menjadi Rp 570 dan Trimegah Securities (TRIM) naik Rp 5 menjadi Rp 155.
(ir/ir)











































