Rupiah Kena Shock Thailand
Selasa, 19 Des 2006 17:54 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah akhirnya ikut jatuh terdorong kejatuhan pasar finansial Thailand. Kejadian di Thailand sempat membuat shock pelaku pasar sehingga rupiah terlempar ke level 9.150 per dolar AS.Namun pada perdagangan Selasa (19/12/2006) pukul 17.00 WIB, rupiah akhirnya ditutup melemah ke level 9.135 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.085 per dolar AS.Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin mengakui, kerusuhan di pasar finansial Thailand memang sempat memicu kepanikan di pasar. Namun saat pelaku pasar menyadari apa yang sebenarnya terjadi, kepanikan reda.Yang pasti, lanjut Aslim, BI siap menjaga nilai tukar rupiah. "Kita akan selalu menjaga rupiah. We are in the market setiap hari. Kita akan lakukan (intervensi) jika perlu," jelasnya.Mata uang Thailand baht juga meneruskan kemerosotannya setelah Bank Sentral Thailand mengumumkan kebijakan baru soal pembatasan transaksi valas.Pada perdagangan hari ini, baht merosot ke level 35,85 dolar, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 35,12 dolar. Sebelumnya, baht menguat sangat tajam hingga 14 persen sepanjang tahun ini. Penguatan itu membuat eksportir juga otoritas Bank Sentral Thailand gerah.Bank Sentral khawatir penguatan baht yang dipicu short term capital inflow bisa menimbulkan spekulasi. Untuk mencegah hal itu, Bank Sentral Thailand terhitung pada hari ini mengeluarkan aturan yang mewajibkan 30 persen dari mata uang asing dengan nilai lebih dari US$ 20.000 harus didepositokan tanpa bunga. Kebijakan itu tidak berlaku untuk mata uang asing yang berhubungan dengan perdagangan barang atau jasa.
(qom/qom)











































