IHSG Ukir Prestasi di 1.800

IHSG Ukir Prestasi di 1.800

- detikFinance
Rabu, 27 Des 2006 16:29 WIB
Jakarta - Satu hari menjelang penutupan perdagangan saham 2006, lantai bursa disemarakkan aksi beli saham-saham unggulan, yang membawa indeks saham ke level tertingginya sepanjang sejarah. Pada penutupan perdagangan Rabu (27/12/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 19,285 poin (1,08%) pada level 1.803,264.Meski minim sentimen positif, investor terlihat melakukan window dressing untuk memperbaiki portofolio investasi sahamnya di tahun 2006.Pelepasan 17,79 persen saham CMNP milik Jasa Marga menjadi pelecut maraknya lagi perdagangan saham. Investor berburu membeli saham infrastruktur ini karena prospek bisnis infrastruktur 2007 yang bakal bergairah."Pembelian saham kali ini lebih banyak oleh investor lokal," kata analis dari Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, Rabu (27/12/2006). Indeks LQ-45 naik 4,143 poin (1,07%) pada level 392,428 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,895 poin (0,94%) pada level 310,514.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 25.280 kali, dengan volume 2,795 miliar unit saham, senilai Rp 1,911 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 104 saham naik, 43 saham turun dan 87 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) naik Rp 300 menjadi Rp 1.760, Indosat (ISAT) naik Rp 300 menjadi Rp 6.600, PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 250 menjadi Rp 6.500, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 menjadi Rp 3.575 dan Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 10.000. Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 11.650, Barito Pacific Timber (BRPT) turun Rp 20 menjadi Rp 640 dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) turun Rp 5 menjadi Rp 150. Untuk perdagangan Kamis besok (28/12/2006), Alfiansyah memprediksi akan terjadi koreksi dengan pergerakan yang terbatas. Jika koreksinya tidak besar maka IHSG akan terjaga di level 1.800."Tapi kecenderungannya dalam beberapa tahun belakangan ketika tutup tahun indeks selalu terkoreksi," kata Alfiansyah. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads