Rupiah Bisa Menguat Hingga Triwulan I-2007
Rabu, 03 Jan 2007 13:07 WIB
Jakarta -
Tren penguatan Rupiah yang dimulai pada awal tahun 2007, tampaknya akan terus berlanjut hingga triwulan I. Penguatan rupiah terutama didorong oleh faktor global dan membaiknya perekonomian Indonesia.Pada perdagangan Rabu (3/1/2007), rupiah kembali dibuka menguat di level 8.960/8.970 per dolar AS. Menurut analis valas Farial Anwar saat dihubungi detikcom, menyatakan, penguatan itu berkaitan dengan faktor global, yakni terutama melemahnya dolar atas euro."Penguatan nilai tukar di awal tahun 2007 ini disebabkan karena faktor global yang sangat mendukung," ujar Farial.Menurut Farial, tren penguatan rupiah sudah ditunjukkan sejak tahun 2006. Namun BI berupaya menahan laju penguatan rupiah itu."Seharusnya Rupiah sudah mengalami penurunan sejak tahun 2006 lalu, tetapi terus tertahan karena BI mengerem penurunan Rupiah tersebut," jelas Farial.Selain didorong melemahnya dolar AS di pasar global, penguatan rupiah juga didorong oleh menguatnya hampir semua indeks pasar modal di Asia. "Jadi menurut saya tahun 2007, ekonomi akan membaik dari sisi pasar portfolio," tambah Farial.Selain faktor global, penguatan Rupiah yang terjadi di awal tahun ini juga karena adanya perbaikan perekonomian di dalam negeri. Perbaikan perekonomian ini dapat dilihat dari penurunan inflasi di tahun 2006 yang melebihi target Bank Indonesia (BI), dan juga penurunan BI Rate hingga 9,75 persen.Farial mengatakan, jika memang Rupiah ternyata nantinya melemah, BI mempunyai kemampuan untuk mengendalikannya, karena BI mempunyai cadangan devisa yang cukup untuk mengendalikan Rupiah.
(qom/qom)










































