Investor Konsolidasi, IHSG Turun Tipis
Rabu, 03 Jan 2007 16:32 WIB
Jakarta - Pasar saham diselimuti aksi ambil untung setelah mengalami kenaikan yang cepat pada Selasa kemarin (2/1/2006) hingga 30 poin.Pada penutupan perdagangan Rabu (3/1/2006), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,811 poin (0,1%) pada level 1.834,709.Saham-saham berkapitalisasi besar tertekan karena telah mengalami kenaikan yang tinggi pada transaksi awal tahun kemarin. Namun penurunan ini dinilai bersifat temporer karena investor memperkirakan BI akan menurunkan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis 4 Januari 2007. Pelaku pasar menilai penurunan BI Rate dimungkinkan dari saat ini sebesar 9,75 persen, karena rendahnya inflasi 2006 yang sebesar 6,6 persen dibanding target APBN-P 2006 sebesar 8 persen. Indeks LQ-45 turun 1,396 poin (0,35%) pada level 399,352 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,754 poin (0,24%) pada level 316,834.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 47.202 kali, dengan volume 5,071 miliar unit saham, senilai Rp 2,807 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 101 saham naik, 68 saham turun dan 53 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 2.450 menjadi Rp 29.850, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 11.500, Timah (TINS) turun Rp 125 menjadi Rp 5.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.900 dan Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 6.700. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer adalah, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 menjadi Rp 7.100, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 75 menjadi Rp 3.650 dan Semen Cibinong (SMCB) naik Rp 60 menjadi Rp 760.
(ir/ir)











































