Indeks Saham Belum Lepas dari Tekanan

Indeks Saham Belum Lepas dari Tekanan

- detikFinance
Jumat, 05 Jan 2007 09:38 WIB
Jakarta - Pasar saham belum bisa lepas dari tekanan profit taking terkait dengan merahnya bursa regional.Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS, Jumat (5/1/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,891 poin (0,1%) pada level 1.822,212. IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan masih melemah. Tumbangnya bursa regional Asia dipicu akibat turunnya saham-saham pertambangan menyusul turunnya harga minyak dunia. Penurunan harga minyak dunia diprediksi akan membawa penurunan harga komoditas tambang lainnya.Sementara turunnya BI Rate sebesar 0,25 persen menjadi 9,5 persen belum begitu banyak memberikan sentimen positif di lantai bursa. Pasalnya, ekspektasi penurunan suku bunga sebelumnya sudah diantisipasi pasar.Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin (4/1/2007), IHSG turun 10,606 poin (0,57%) ke level 1.824,103, yang dimotori turunnya saham pertambangan.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.Bhakti Securities Penurunan indeks 0,58% pada perdagangan kemarin mengindikasikan indeks mulai kehilangan momentum dan cenderung bergerak sideways. Sentimen regional akan menjadi pemicu arah indeks dengan rentang pergerakan antara 1.810-1.840.BNI SecuritiesKeputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memangkas suku bunga hanya 25 bps, dipandang sebagai indikasi meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi membuat investor melakukan aksi jual saham pada perdangan kemarin yang mendorong IHSG turun 10,6 poin. Indeks pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan masih melemah pada kisaran 1.806-1.832. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads