IHSG Tumbang Di Bawah 1.800

IHSG Tumbang Di Bawah 1.800

- detikFinance
Selasa, 09 Jan 2007 16:33 WIB
Jakarta - Kenaikan harga saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang terlalu cepat akhirnya berbalik arah. Investor mulai menghitung lagi valuasi yang ideal untuk saham-saham di BEJ. Pada penutupan perdagangan Selasa (9/1/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbang 32,513 poin (1,79%) merosot dibawah level 1.800 di posisi 1.780,881."Penurunan IHSG karena pelaku pasar melakukan valuasi ulang, PE (price earning) saham di BEJ dinilai sudah terlalu mahal," kata Edwin Sebayang, analis dari Evergreen Capital. PE saham di BEJ saat ini adalah 25 kali. Jauh lebih tinggi dibanding bursa regional seperti Singapura yang hanya 16 kali. "Kalau normalnya harusnya tidak jauh dari posisi regional," lanjut Edwin.Edwin memperkirakan, IHSG masih akan terkoreksi hingga ke titik support 1.750, yang jika telah mencapi titik itu investor baru akan kembali mengoleksi saham."BEJ memang bubble tapi karena likuiditasnya tinggi banyak yang terus masuk. Konsekuensinya investor gampang keluar untuk profit taking," ujar Edwin.Penurunan saham juga dipicu oleh keluarnya penilaian dari Merrill Lynch yang menyebutkan saham-saham perbankan sudah terlalu tinggi.Ambruknya pasar saham Thailand turut memberi dampak ke pasar saham. Bursa saham Thailand akhirnya terkapar setelah pemerintah junta militer bersikukuh menerapkan aturan pembatasan kepemilikan asing.Indeks LQ-45 turun 8,169 poin (2,08%) pada level 385,229 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,026 poin (1,62%) pada level 304,335.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 44.189 kali, dengan volume 4,978 miliar unit saham, senilai Rp 3,246 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 47 saham naik, 138 saham turun dan 47 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 15.700, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 10.650, Timah (TINS) turun Rp 200 menjadi Rp 5.700, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 175 menjadi Rp 2.675, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.400 dan Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 9.950.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer adalah, Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 10 menjadi Rp 1.270, Bakrie Telecom (BTEL) naik Rp 10 menjadi Rp 260 dan Tunas Baru Lampung (TBLA) naik Rp 10 menjadi Rp 310. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads