PGN dan Astra Picu Lagi Penurunan IHSG
Kamis, 11 Jan 2007 16:40 WIB
Jakarta - Meski sentimen negatif 'rusuhnya' pasar finansial Thailand sudah mereda, namun indeks saham masih belum mampu keluar jalur merah.Pemicunya adalah terus berlanjutnya aksi jual saham unggulan terutama saham PGN dan Astra Internasional.Pada penutupan perdagangan Kamis (11/1/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 6,523 poin (0,38%) pada level 1.703,844.Aksi jual saham mulai mereda dibandingkan Rabu kemarin (10/1/2007) yang terguling hingga 70 poin. Hal ini karena bursa regional juga relatif mengalami rebound termasuk bursa Thailand yang mulai naik. Indeks LQ-45 turun 1,762 poin (0,48%) pada level 366,837 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,928 poin (0,32%) pada level 290,245.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 33.319 kali, dengan volume 2,539 miliar unit saham, senilai Rp 2,230 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 64 saham naik, 76 saham turun dan 67 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 450 menjadi Rp 9.650, Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 14.850, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.050, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.950 dan Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 9.650.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga di top gainer adalah, Timah (TINS) naik Rp 150 menjadi Rp 5.350, Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 6.000 dan Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 20 menjadi Rp 1.230.
(ir/ir)











































