3 Pemicu Terkaparnya Pasar Saham
Jumat, 12 Jan 2007 11:13 WIB
Jakarta - Indeks Harga Gaham Gabungan (IHSG) terus anjlok meskipun bursa regional sudah mulai peak up kembali. Ada 3 alasan kenapa IHSG terus dilanda aksi jual besar-besaran.Pada perdagangan sesi I Jumat (12/1/2007), IHSG meluncur hingga 50 poin lebih terjungkal dari level 1.700-an tepatnya di posisi 1.650-an. Ambruknya pasar saham Indonesia, menurut analis saham Fendi Susiyanto dipicu oleh tiga faktor.Pertama, IHSG selama tahun 2006 mengalami pertumbuhan nomor 3 tertinggi di dunia setelah Rusia dan Cina hingga 55,3 persen. Kondisi ini membuat investor baru melakukan profit taking yang lebih lama dari pada bursa yang lain. Kedua, investor global masih melakukan repositioning portofolio investasinya, termasuk di Indonesia.Ketiga, adanya sentimen negatif, khususnya di saham perusahaan sektoral seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Penurunan PGAS merupakan salah satu pemicu turunnya indeks. Sentimen negatif muncul karena belum jelasnya proyek pipanisasi Jawa Barat-Sumatera Selatan."Ketiga hal itulah yang membuat market kita belum recover," ujar Fendi ketika dihubungi detikcom, Jumat (12/1/2007).Fendi setuju jika di pasar memang terjadi penjualan saham, namun tidak berarti ada pelarian modal ke luar negeri. Hal ini terlihat dari stabilnya nilai tukar rupiah. "Itu berarti uang itu ada disini," ujarnya.Dalam waktu 1-2 minggu kedepan Fendi memprediksi investor akan kembali membeli saham. Apalagi outlook perekonomian Indonesia tahun 2007 masih cukup baik dengan inflasi dan suku bunga yang menurun. "Itu masih menarik bagi investor asing," tuturnya.
(ddn/ir)











































