PGN Tunda Penjualan Gas Sumsel-Jabar
Jumat, 12 Jan 2007 13:50 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menunda komersialisasi gas dari Sumatera Selatan ke pelanggan industri di Jawa Barat (South Sumatra - West Java/SSWJ) dari semula pada akhir Desember 2006 menjadi Maret 2007.Direktur Utama PGN Sutikno menyatakan, penundaan komersialisasi gas ini terjadi akibat dari munculnya kendala sosial yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya terkait dengan pembebasan lahan jalur pipa yang menghambat pelaksanaan konstruksi pipa."Selain itu musim kemarau berkepanjangan yang mengakibatkan kekeringan pada beberapa bulan lalu juga menjadi kendala teknis untuk melakukan proses push - pull (cara khusus pemasangan pipa untuk daerah rawa) serta untuk menjalankan hydrostastic test," kata Sutikno dalam penjelasannya ke BEJ, Jumat (12/1/2007).Namun permasalahan sosial dan teknis tersebut saat ini sudah terselesaikan, sehingga konstruksi fisik pipa onshore Pagardewa-Labuan Maringgai dan pipa offshore Labuhan Maringgai Cilegon sudah dapat diselesaikan. Saat ini sedang dilakukan tahapan pre-commissioning meskipun terlambat sekitar 3 bulan dari jadwal semula.Sesuai dengan standar opersional dan keselamatan kerja dalam industri migas sekarang sedang dilakukan serangkaian tahapan pre-commissioning yakni cleaning (proses pembersihan pipa), gauging (pemeriksaan kondisi dalam pipa), caliper pigging (identifikasi lokal penyok/dent), hydrostatic test (pengujian pipa dengan air bertekanan tinggi), dewatering (pembuangan air) serta swabbing dan drying (pengeringan sampai dengan tingkat kekeringan dewpoint tertentu.Proses komersialisasi gas dimulai dari tahap pre-commissioning yang membutuhkan waktu sekitar 50 hari, dilanjutkan dengan tahap commissioning yang membutuhkan waktu 10 hari. Selain itu untuk operasionalisasi pipa masih diperlukan tambahan waktu sektiar 5-10 hari agar gas sampai kepada pelanggan. Gas akan dapat diterima oleh pelanggan industri paling lambat akhir Maret 2007 dengan volume mulai 30 MMSCFD yang naik menjadi 40 MMSCFD pada Mei 2007.Seiring dengan siapnya jalur pipa onshore Grissik-Pagardewa, pipa offshore Labuhan Maringgai-Muara Bekasi dan pipa onshore Muara Bekasi-Rawa Maju untuk dialiri gas, maka pada Juli 2007 pasokan gas secara bertahap akan meningkat menjadi sekitar 170-232 MMSFCD pada tahun 2008 direncanakan volume dapat menjadi 480 MMSCFD. Gas yang akan dibawa berasal dari lapangan gas Pertamina di Pagardewa dan lapangan gas ConocoPhillips di Grisik, Sumatera Selatan.Akibat penundaan komersialisasi gas PGN ini, saham PGN di BEJ pada penutupan sesi I Jumat (12/1/2007) turun hingga Rp 2.100 (21,76%) ke level Rp 7.550 per saham.
(ir/ir)











































