Heboh PGN, IHSG Terjun 25 Poin

Heboh PGN, IHSG Terjun 25 Poin

- detikFinance
Jumat, 12 Jan 2007 16:20 WIB
Jakarta - Setelah reda kisruh pasar finansial Thailand, pasar saham Indonesia kembali didera sentimen negatif yang dipicu oleh anjloknya saham Perusahaan Gas Negara (PGN).Saham PGN mendapat tekanan jual besar-besaran terutama oleh investor asing. Sampai-sampai Bursa Efek Jakarta (BEJ) melakukan auto rejection sahamnya karena penurunan harganya sudah melampui batas normal. Akibatnya, investor hanya bisa menjual pada posisi terendah Rp 7.400. Sedangkan posisi penawaran untuk beli sama sekali tidak ada. Pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (12/1/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal 25,800 poin (1,51%) dibawah level psikologis 1.700 di posisi 1.678,044.Anjloknya saham PGN karena jadwal komersialisasi gas dari Sumatera Selatan ke pelanggan industri di Jawa Barat (South Sumatra-West Java/SSWJ) mundur dari semula pada akhir Desember 2006 menjadi Maret 2007. Padahal investor asing sudah memberikan penilaian yang sangat tinggi terhadap saham pelat merah ini dengan memasukkan proyek tersebut."Menurut broker asing ada informasi yang tidak secara penuh disampaikan kepada mereka. Pertengahan Desember pemerintah melakukan placement sebesar US$ 250 juta dolar kepada para investor. Tapi tidak ada informasi mengenai delay project pipa gas PGN," kata Dirut BEJ, Erry Firmansyah. "Dan sebenarnya dalam beberapa hari ini para analis sudah mencium ada sesuatu yang kurang terbuka dari informasi PGN. Dan ternyata keluar statement dari PGN delay-nya sampai Maret dan sehingga sangat menggangu investor asing dan menurut mereka dampaknya sampai kuartal keempat 2008," lanjut Erry.Indeks LQ-45 turun 5,441 poin (1,48%) pada level 361,396 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,197 poin (1,79%) pada level 285,048.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 40.631 kali, dengan volume 3,625 miliar unit saham, senilai Rp 5,215 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 21 saham naik, 152 saham turun dan 39 saham stagnan.Saham-saham yang terpuruk harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 2.250 (23,32%) menjadi Rp 7.400, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 275 menjadi Rp 2.775, Timah (TINS) turun Rp 250 menjadi Rp 5.100, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.475, dan Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 9.600.Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 15.000, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.975 dan Kalbe Farma (KLBF) naik 20 menjadi Rp 1.250. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads