PGN Digoyang Rumor Skandal Keuangan

PGN Digoyang Rumor Skandal Keuangan

- detikFinance
Jumat, 12 Jan 2007 16:50 WIB
Jakarta - Penurunan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) hingga 23,32 persen dalam satu hari menampar pasar saham Indonesia yang terjun bebas di bawah level 1.700.Anjloknya saham PGN ini ternyata bukan sekedar aksi profit taking biasa. Lebih dari itu, penjualan besar-besaran saham PGN oleh investor asing ini terkait dengan heboh perusahaan pelat merah itu yang digoyang isu skandal keuangan.Bisik-bisik investor asing --yang menguasai 70 persen saham di BEJ--, menyebutkan ada masalah yang serius dalam laporan keuangan PGN. Investor menduga PGN melakukan rekayasa dengan memasukkan potensi pendapatan yang ternyata belum pasti.Hal ini dipicu oleh mundurnya jadwal komersialisasi gas dari Sumatera Selatan ke pelanggan industri di Jawa Barat (South Sumatra-West Java/SSWJ) dari semula pada akhir Desember 2006 menjadi Maret 2007.Padahal menurut Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ) Erry Firmansyah, pada saat penjualan saham PGN sebesar 5,32 persen pada pertengahan Desember 2006, investor tidak mendapat informasi soal penundaan komersialisasi gas tersebut.Menurut Erry, investor asing menilai ada informasi yang seharusnya disampaikan namun tidak disampaikan oleh manajemen PGN sehingga proyeksi penghitungan mereka meleset."Pertengahan Desember pemerintah melakukan placement sebesar US$ 250 juta kepada para investor. Tidak ada informasi mengenai delay project pipa gas PGN, dan sebenarnya dalam beberapa hari ini para analis sudah mencium ada sesuatu yang kurang terbuka dari informasi PGN," kata Erry yang khusus menggelar jumpa pers soal anjloknya IHSG karena PGN. "Dan ternyata keluar statement dari PGN delay-nya sampai Maret sehingga sangat menggangu investor asing. Dan menurut mereka dampaknya sampai kuartal keempat 2008. Dan ternyata kata mereka ada pipa gas yang belum terpasang dan ada banyak hal lagi kompresor yang belum terpasang dan proyeknya bakal mundur tidak seperti yang diproyeksikan sebesar 170 juta m3 pipa gas dan itu menurut mereka menjadi sesuatu yang tidak bagus karena tidak diberitahukan secara terbuka kepada investor," urai Erry.Mengenai rumor skandal keuangan, Erry mengaku, pihaknya sudah menghubungi manajemen PGN. "Saya sudah berbicara dengan Direktur Keuanganya dan menurut dia tidak ada rekayasa pembukuan yang terjadi dan kita juga sudah bicara dengan Bapepam," tutur Erry.Menurut Erry menyikapi anjloknya saham PGN yang merubuhkan IHSG, pihaknya sudah melakukan auto rejection sahamnya karena penurunannya sudah melebihi batas normal. Akibatnya, investor hanya bisa menjual saham PGN pada posisi terendah Rp 7.400 sedangkan posisi penawaran untuk beli tidak ada sama sekali. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads