Sugiharto Minta Bapepam Investigasi Kisruh PGN
Jumat, 12 Jan 2007 20:41 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sugiharto meminta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) melakukan investigasi atas kekisruhan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang berbuntut pada anjloknya harga saham. Pemerintah merasa sangat dirugikan akibat kekisruhan ini."Kementerian BUMN mengharapkan agar Bapepam melakukan investigasi atas kemungkinan telah terjadinya pelanggaran dalam prosedur keterbukaan informasi perusahaan publik dan meminta kesediaan manajemen PGN untuk memberikan penjelasan kepada seluruh pemegang saham secara terbuka," tegas Sugiharto.Hal itu disampaikan Sugiharto dalam jumpa pers yang khusus digelar menanggapi anjloknya harga saham PGN di kantornya, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Jumat (12/1/2007). Hadir dalam kesempatan itu Dirut PGN Sutikno.Pemerintah berharap manajemen PGN bisa memberikan klarifikasi terkait kekisruhan ini pada Senin, 15 Januari mendatang.Pada perdagangan hari ini, harga saham PGN anjlok menyusul pemberitahuan mengenai keterlambatan komersialisasi gas, dari Sumatera Selatan ke pelanggan industri di Jawa Barat (South Sumatra-West Java/SSWJ) dari semula pada akhir Desember 2006 menjadi Maret 2007.Sempat muncul tudingan pemerintah selaku pemegang saham sengaja menyembunyikan informasi ini terkait dengan pelaksanaan divestasi saham PGN milik pemerintah pada bulan Desember lalu. Penyembunyian informasi itu dilakukan guna mencegah turunnya harga saham.Namun hal itu dibantah dengan tegas oleh Sugiharto. "Pada saat pelaksanaan divestasi 15 Desember 2006, pemerintah beserta seluruh lembaga penunjang tidak mengetahui hal-hal yang disebutkan dalam pemberitaan media. Diantaranya mengenai keterlambatan beberapa proyek signifikan," tegasnya.Dalam proses due dilligence, tegas Sugiharto, manajeman PGN menyatakan tidak terdapat hal-hal yang mempengaruhi kinerja perusahaan secara signifikan. Dalam pelaksanaan divestasi, kata Sugiharto, telah mengikuti proses baku yang lazim dilakukan dalam transaksi pasar modal.Sugiharto bahkan mengaku terkaget-kaget dengan anjloknya harga saham PGN ini. Pemerintah merasa sangat dirugikan akibat masalah ini."Kementerian BUMN mewakili pemerintah Indonesia selaku pemegang saham mayoritas PGN terkejut melihat penurunan harga yang tajam dan merasa perlu untuk mencari klarifikasi atas kebenaran beberapa pemberitaan terkait PGN di berbagai media," ujarnya. "Pemberitaan tersebut mungkin dapat sangat mempengaruhi harga saham PGN yang diperdagangkan di bursa yang pada akhirnya berdampak pada penurunan nilai investasi pemerintah pada PGN. Jadi pemerintah merasa dirugikan atas hal ini," lanjutnya.Sementara Dirut PGN Sutikno mengaku pihaknya baru mengetahui tentang keterlambatan proyek pipanisasi pada tanggal 10 Januari 2007. Keterlambatan ini terjadi karena adanya kontur tanah yang tidak rata sehingga pipa menjadi bengkok dan menyebabkan aliran gas jadi terlambat.
(qom/ddn)











































