Proyek Pipanisasi Terlambat, PGN Proyeksikan Pendapatan Naik 42%

Proyek Pipanisasi Terlambat, PGN Proyeksikan Pendapatan Naik 42%

- detikFinance
Jumat, 12 Jan 2007 21:11 WIB
Jakarta - Keterlambatan dalam komersialisasi gas dari Sumatera Selatan ke Jawa Barat diprediksi tidak akan mempengaruhi penjualan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Pendapatan PGN tahun 2007 diprediksi tetap naik 42 persen.Seperti diketahui, komersialisasi gas dari Sumsel ke pelanggan industri di Jawa Barat (South Sumatra-West Java/SSWJ) terlambat dari semula pada akhir Desember 2006 menjadi Maret 2007."Volume penjualan apabila dibandingkan 2006, tahun 2007 itu masih meningkat, Walau pipanya terlambat, masih meningkat kurang lebih 42 persen, meskipun juga volumenya tidak seperti yang diharapkan," tegas Dirut PGN Sutikno.Ia menyampaikan itu dalam jumpa pers yang khusus digelar menanggapi anjloknya harga saham PGN di kantornya, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Jumat (12/1/2007).Sutiko menjelaskan, penjualan PGN diharapkan tidak terpengaruh setelah adanya penjualan dari sisi lain. Ia menjelaskan, pembangunan jaringan pipa PGN terdiri dari dua ruas. Pertama, jaringan pipa dari Pagardewa, Sumsel ke Cilegon sepanjang 375 km. Jaringan ini mendistribusikan gas ke PT Pertamina. Dan jaringan ini sudah beroperasi. Kedua, jaringan pipa dari Grissik, Sumsel ke Muara Bekasi yang menyalurkan gas ConocoPhilips dan akan beroperasi pada Juli 2007. Kedua jaringan pipa ini diharapkan bisa menyalurkan gas sebesar 170-230 juta kaki kubik ke wilayah Cilegon. Sehingga rata-rata volume penjualan tahun 2007 meningkat menjadi 555 juta kaki kubik dibandingkan rata-rata volume pada tahun 2006 sebesar 338 juta kaki kubik. Sutikno memperkirakan pendapatan PGN meningkat 42 persen pada tahun 2007, dibandingkan realisasi tahun 2006 yang diperkirakan Rp 7,05 triliun. Realisasi pendapatan tahun 2006 ini meningkat 30 persen dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 5,4 triliun. Untuk laba bersih perusahaan pada tahun 2006 diperkirakan meningkat 160 persen dari realisasi laba bersih 2005 sebesar Rp 862 miliar. Namun Sutikno tidak menyebutkan proyeksi laba tahun 2007. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads