Ketika PGN Menampar Pasar Saham

Ketika PGN Menampar Pasar Saham

- detikFinance
Senin, 15 Jan 2007 09:35 WIB
Jakarta - Akhir pekan lalu, pasar saham Indonesia bak dilanda tsunami. Hancur lebur setelah ada 'gempa' di saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Aksi jual besar-besaran pun melanda, terutama di saham-saham BUMN.Padahal semua berjalan dengan baik pada awal perdagangan Jumat, 12 Januari lalu. IHSG sempat mengukir kenaikan hingga 12 poin.Namun satu jam kemudian, IHSG berbalik arah dengan cepat dan pada pukul 10.40 waktu JATS anjlok hingga hingga 70,813 poin (4,16 persen) ke level 1.633. Semua pemerhati bursa pun terhenyak. Sebuah anomali! Yah, something wrong terjadi di lantai bursa. Apa yang terjadi? Kenapa IHSG terperosok sedemikian jauh di saat Wall Street dan semua bursa regional bangkit dan menciptakan rekor-rekor terbarunya.Semua mata pun tertuju pada saham PGN yang mencatat penurunan terbesar dan pada sesi pagi anjlok hingga Rp 2.150 menjadi Rp 7.500 per dolar AS. Pemicunya tak lain adalah berkembangnya rumor adanya rekayasa keuangan menyusul pemberitahuan soal komersialisasi gas dari Sumatera Selatan ke pelanggan industri di Jawa Barat (South Sumatra-West Java/SSWJ) dari semula pada akhir Desember 2006 menjadi Maret 2007.Bayang-bayang laba PGN pun seketika lenyap. Bukan apa-apa, proyek tersebut semula menjadi salah satu andalan menggemuknya laba PGN di tahun 2007. Tertundanya proyek tersebut diperkirakan bisa mempengaruhi perolehan laba PGN.Rumor tak sedap lain adalah, manajemen dituding menyembunyikan informasi yang sebetulnya sudah sejak lama diketahui itu demi memuluskan rencana divestasi saham pemerintah pada Desember 2006 lalu.Dirut BEJ Erry Firmansyah pun buru-buru menggelar jumpa pers khusus menanggapi anjloknya saham PGN itu. Menurut Erry, investor asing menilai ada informasi yang seharusnya disampaikan namun tidak disampaikan oleh manajemen PGN sehingga proyeksi penghitungan mereka meleset."Pertengahan Desember pemerintah melakukan placement sebesar US$ 250 juta kepada para investor. Tidak ada informasi mengenai delay project pipa gas PGN, dan sebenarnya dalam beberapa hari ini para analis sudah mencium ada sesuatu yang kurang terbuka dari informasi PGN," jelas Erry.Dan ternyata 'bau tak sedap' itu pun dibenarkan oleh manajemen. Yah, komersialisasi mundur. Para investor asing pun kecewa dan menganggap manajemen tidak terbuka.Menanggapi rumor-rumor yang bergerak bak bola liar itu, manajemen pun dengan sigap mengeluarkan bantahan. "Mengenai rumor yang menyebutkan adanya manipulasi laporan keuangan perusahaan, manajemen PGN menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar," tegas Sekretaris Perusahaan PGN, Widyatmiko Bapang.Sementara Dirut PGN Sutikno membantah pihaknya sengaja menyembunyikan informasi tersebut. Ia menegaskan, manajemen PGN tidak memiliki kepentingan khusus berkenaan divestasi saham PGN milik Pemerintah. Manajemen hanya sebatas minta suspensi perdagangan saham PGAS di bursa pada tanggal 14 Desember 2006 untuk menghindarkan adanya fluktuasi harga yang sangat drastis dan tidak sehat yang dapat merugikan pemegang saham minoritas.Atas order pemerintah kah penyembunyian informasi itu?Menneg BUMN Sugiharto pun membantahnya. Dalam konferensi khusus yang digelar pada Jumat (12/1/2007) malam membahas masalah PGN ini, Sugiharto mengaku pemerintah tidak tahu menahu sama sekali soal penundaan proyek itu."Pada saat pelaksanaan divestasi 15 Desember 2006, pemerintah beserta seluruh lembaga penunjang tidak mengetahui hal-hal yang disebutkan dalam pemberitaan media. Diantaranya mengenai keterlambatan beberapa proyek signifikan," tegasnya.Sugiharto malah mengungkapkan kekecewaannya karena pemerintah sangat dirugikan dengan anjloknya harga saham PGN dan juga BUMN-BUMN lainnya. Ia pun memerintahkan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk melakukan investigasi atas kisruh PGN yang telah menampar ekspektasi para pelaku pasar.Sebuah investigasi pun akan segera dimulai. Apapun hasilnya, investor sudah kadung kecewa karena merasa tertampar dan tertipu. Kekecewaan itu sebelumnya telah diperlihatkan dengan aksi lepas saham. Investor asing yang menguasai mayoritas saham di publik terlihat paling deras mendepak saham PGN.Kekecewaan itu barangkali bisa terobati jika PGN bisa mengembalikan laba yang hilang.Yang pasti, kini pelaku pasar berharap ada rekonstruksi untuk menata kembali pasar saham Indonesia yang sudah kena tsunami akibat 'gempa' saham PGN. Bagimana ending-nya? Kita serahkan semua ke lembaga yang dipimpin oleh Fuad Rahmany itu.... (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads