Asosiasi Dana Pensiun Juga Jadi 'Korban' Kisruh PGN
Kamis, 25 Jan 2007 16:55 WIB
Jakarta - Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) mengaku sempat tersandung kasus jatuhnya harga saham PGN beberapa waktu lalu. Rekomendasi yang berbeda-beda tentang saham PGN membuat ADPI bingung.Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Dana Pensiun Eddy Praptono disela-sela acara AEI di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (25/1/2007) "Waktu PGN itu kita sempat terganjal, kita bingung karena tidak tahu saham. Analis kita ada yang bilang beli dan ada yang bilang jual. Tapi waktu harga turun kita beli banyak. Sepertinya sekarang harganya sulit kembali ke harga semula," ujarnya tanpa merinci kerugian.Ketika itu PGN terlambat menyampaikan keterbukaan informasi mengenai komersialisasi gas ke konsumen yang tertunda. Akibatnya rumor PGN didera skandal keuangan berhembus kencang di lantai bursa.Sentimen negatif rumor itu membuat harga saham PGN terjun bebas 23,32 persen menjadi Rp 7.400 per saham pada Jumat (12/1/2007). Sampai-sampai BEJ melakukan auto rejection karena penurunan harga sahamnya melebihi batas normal.Kedepannya, Eddy menyarankan agar emiten lebih transparan dan meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik.
(ard/qom)











































