Tersedot Investasi
Indosat Tak Janjikan Laba Tinggi
Rabu, 31 Jan 2007 10:45 WIB
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) sejak tahun 2005 hingga beberapa tahun ke depan masih akan menggelontorkan dana investasi (capex) yang tinggi.Akibatnya, perseroan belum bisa menjanjikan kenaikan laba yang signifikan untuk jangka pendek karena dana yang ada tersedot untuk investasi."Investasi akan sangat tinggi kedepan, hal ini akan menyebabkan laba kita rendah. Tapi dalam jangka panjang akan meningkat dari hasil investasi yang ditanam," kata Direktur Kuangan Indosat, Wong Heang Tuck.Hal itu diungkapkan Wong, menanggapi pertanyaan mengenai laba Indosat yang relatif stagnan dalam beberapa tahun terakhir, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI dengan Indosat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta yang berakhir Selasa (30/1/2007) pukul 23.00 WIB. Direktur Pemasaran Indosat Wahyu Wijayadi mengatakan, dana investasi Indosat tahun 2007 senilai US$ 1 miliar atau Rp 9,5 triliun.Dana itu untuk meningkatkan pelayanan jasa seluler, MIDI dan telekomunikasi tetap. "Untuk investasi ini dananya kami dapatkan dari pemegang saham," ujar Wahyu.Indosat tahun ini akan membangun 3.500-4.000 BTS (Base Tranceiver Station, khususnya di luar Pulau Jawa. Indosat hingga akhir September 2006 memiliki 16 juta pelanggan. Investasi ini, ungkap Wahyu, sebagai upaya Indosat untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing beratnya Telkomsel. Apalagi tahun 2007 akan ada peningkatan penetrasi sebesar 27 persen pada industri telekomunikasi Indonesia.Wahyu mengakui dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan Indosat tertinggal dari Telkomsel. "Ini dampak dari legacy saat kita mengambil alih Satelindo, dengan harus membebaskan berbagai utang dari Satelindo," ujar Wahyu.
(ir/qom)










































