PGN Yakin Komersialisasi SSWJ Bisa Dimulai Maret 2007

PGN Yakin Komersialisasi SSWJ Bisa Dimulai Maret 2007

- detikFinance
Rabu, 31 Jan 2007 20:09 WIB
Jakarta - Setelah sempat tertunda dan menyebabkan anjloknya harga saham, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) optimistis bisa menyelesaikan proses komersialisasi pipanisasi gas Sumsel-Jabar (SSWJ) pada Maret 2007.Sekretaris Perusahaan Widyatmoko Bapang dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikFinance, Rabu (31/1/2007) mengaku optimistis, proses komersialisasi jalur pipa Pagardewa-Labuhan Maringgai (bagian dari SSWJ II) dan Labuhan Maringgai-Cilegon (bagian dari SSWJ I) dan pipa distribusi dari Stasiun Bojonegara ke pelanggan akan dimulai Maret 2007.Untuk tahap awal, komersialisasi gas mencapai vplume 30 MMSCFD, dan akan meningkat menjadi 40 MMSCFD mulai bulan Mei 2007.Widyatmoko menjelaskan, pembangunan fisik jalur pipa Grissik-Pagardewa (bagian dari SSWJ II) telah dimulai dan sudah hampir selesai setengahnya. "Sedangkan pembebasan tanah masih tersisa sekitar 1 km dan diharapkan akhir bulan Februari 2007 dapat diselesaikan," ujarnya.Jalur pipa offshore Labuhan Maringgai-Muara Bekasi (bagian dari SSWJ II) dalam tahap persiapan tie-in yang akan dilaksanakan awal Maret 2007. Selanjutnya akan dilakukan proses post trenching pada kedua sisi near shore di Labuhan Maringgai dan Muara Bekasi. Jalur Muara Bekasi-Rawamaju (bagian dari SSWJ II) saat ini telah selesai dan siap untuk gas ini. "Dengan terselesaikannya jalur Grissik-Pagardewa dan Labuhan Maringgai-Muara Bekasi-Rawamaju pada akhir bulan Juni 2007, diharapkan gas dari ConocoPhillips mulai dapat dialirkan dengan volume gas sebesar 170-232 MMSCFD dari Pertamina dan ConnocoPhillips," jelasnya.Pasokan Gas ke JatimWidyatmoko juga menyampaikan, untuk pasokan gas ke jawa timur sudah mampu memmenuhi kebutuhan pasar. Pasokan gas tersebut sebelumnya sempat terganggu akibat ledakan pipa gas Pertamina di porong Sidoarjo."PGN meningkatkan penyaluran gas untuk pelanggan di Jawa Timur menjadi 134 MMSCFD dari sebesar 123,5 MMSCFD sebelum terjadinya ledakan, sehingga secara umum pasar sudah dapat dilayani secara baik," ujarnya. Menurutnya pasokan gas sebesar 134 MMSCFD tersebut diperoleh dari Santos 96 MMSCFD, Lapindo Brantas 12 MMSCFD dan sebesar Kodeco 26 MMSCFD."Dengan adanya peningkatan pasokan tersebut, maka seluruh pelanggan gas existing PGN di Jawa Timur sudah dapat dilayani dengan baik," ujarnya. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads