Kena Imbas Banjir, Pasar Saham Lesu
Senin, 05 Feb 2007 16:27 WIB
Jakarta - Transaksi saham berlangsung sepi. Sentimen banjir seolah ikut membasahi lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ).Pada penutupan perdagangan Senin (5/2/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 11,842 poin (0,67%) pada level 1.768,539. Pelaku pasar menghindari saham-saham yang terkena dampak banjir seperti Astra Internasional dan saham perbankan.Saham Astra terkulai karena pabrik mobil perusahaan di Sunter ikut terendam air. Sedangkan saham perbankan terkena imbas belum pulihnya jaringan komunikasi bank dan antisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Selasa besok (6/2/2007).Pelaku pasar memperkirakan BI tidak akan menurunkan BI Rate karena masih tingginya inflasi Januari 2007 sebesar 1,04 persen dan ancaman inflasi Februari karena banjir.Indeks LQ-45 turun 2,615 poin (0,68%) pada level 379,308 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,175 poin (0,39%) pada level 298,830.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 17.986 kali, dengan volume 1,337 miliar unit saham, senilai Rp 1,436 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 45 saham naik, 95 saham turun dan 34 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 500 menjadi Rp 7.450, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 14.600, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 200 menjadi Rp 9.000, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 100 menjadi Rp 5.800 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.575. Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 700 menjadi Rp 33.500, PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 150 menjadi Rp 5.650 dan Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 100 menjadi Rp 12.900.
(ir/ir)











































