Investor Saham Tunggu Banjir Reda
Selasa, 06 Feb 2007 09:19 WIB
Jakarta - Transaksi saham diprediksi belum akan memanas karena imbas banjir masih akan terasa di lantai bursa. Pelaku pasar belum akan berburu saham banyak karena menunggu redanya banjir dan rehabilitasi pascabanjir.Pasar juga pesimistis Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini.Ancaman inflasi yang tinggi di bulan Februari akibat banjir dan masih belum turunnya inflasi secara signifikan di bulan Januari diyakini akan membuat BI menunda pemangkasan suku bunga.Pada perdagangan saham Selasa (6/2/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak lambat karena aktivitas transaksi masih belum banyak.Meski ada kenaikan rating perbankan oleh Fitch dan Moody namun belum pulihnya perekonomian di Jakarta membuat investor enggan mengoleksi saham dalam jumlah besar.Saham-saham makanan seperti Indofood dan farmasi akan menjadi pilihan di tengah minimnya insentif segar. Pasalnya penjualan dua sektor ini akan signifikan karena kebutuhan yang meningkat di musim banjir.Pada penutupan perdagangan Senin kemarin (5/2/2007), IHSG turun 11,842 poin (0,67%) pada level 1.768,539.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas. BNI SecuritiesAncaman kenaikan inflasi akibat banjir, membayangi sentimen positif ekspektasi penurunan suku bunga dan kenaikan rating perbankan oleh Fitch dan Moody. IHSG bergerak dalam channel naik antara kisaran 1.750-1.800. Jika sentimen positif berhasil menembus 1.800, target ke 1.880. Namun, jika turun dibawah 1.750, indeks akan uji 1.700 lagi.
(ir/ir)











































