Keputusan BI Tahan Rupiah Tepat

Keputusan BI Tahan Rupiah Tepat

- detikFinance
Kamis, 08 Feb 2007 11:32 WIB
Jakarta - Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan pergerakan rupiah pada level Rp 9.000 per dolar AS dinilai cukup baik. Jika BI tidak mengendalikan dan rupiah terus dibiarkan menguat, maka akan memberikan keuntungan yang besar bagi pemodal asing.Hal tersebut disampaikan pengamat valas Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Kamis (8/2/2007).Farial mencontohkan, investor asing yang membeli rupiah di posisi Rp 9.400 per dolar AS dan ketika rupiah menembus 8.400 maka posisi dolar mereka terus menguat. Sebaliknya investor dalam negeri yang awalnya memegang rupiah justru merugi."Kalau dilepas ke level Rp 8.400 misalnya maka asing akan untung gila-gilaan. Mereka untung di rupiah, mereka juga untung di saham. Karena uang hasil jualan dolar mereka digunakan untuk membeli saham," ujarnya.Beberapa analis asing menyebut aliran dana asing ke Indonesia terus mengalir deras, dan diperkirakan bisa membawa penguatan rupiah hingga level 8.400-an per dolar AS. Namun BI dikabarkan tetap menahan nilai tukar di kisaran Rp 9.000 per dolar AS.Farial meminta jangan percaya begitu saja pada analisis asing. Ia bahkan meyakini tidak ada aliran modal asing yang keluar meski BI Rate diturunkan."Analis asing selalu meminta BI menahan penurunan BI Rate. Mereka bilang modal asing akan lari ke luar. Itu omong kosong mau kemana larinya modal itu, toh suku bunga kita paling tinggi. Faktanya tidak ada aliran modal asing ke luar. Saya selalu mendukung penurunan BI rate," ujarnya.BI menurutnya sangat memperhatikan kepentingan eksportir maupun importir. Nilai tukar rupiah pada level 9.000 per dolar merupakan titik yang seimbang bagi kedua belah pihak.BI sejak Juli 2006, selalu mengendalikan rupiah pada level 9.000-9.200 per dolar AS. "Itu kenapa? Karena BI mampu mengendalikan kemerosotan rupiah," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads