PNM Rencanakan IPO Tahun 2007

PNM Rencanakan IPO Tahun 2007

- detikFinance
Sabtu, 10 Feb 2007 11:10 WIB
Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani tengah mengkaji rencana penawaran saham perdana ke publik atau IPO. Jika oke, diharapkan IPO bisa dilakukan pada tahun 2007, atau paling lambat awal 2008.Hal tersebut disampaikan Dirut PNM Wiwin P. Soedjito usai bertemu dengan Menneg BUMN Sugiharto di kantor Menneg BUMN, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Jumat (9/2/2007) malam. "Kita baru dapat tugas tadi pagi, kita akan kaji dulu dalam satu dua bulan ini, membuat kajian kuantitatif secara komprehensif. Jadi kita harapkan tahun ini, mudah-mudahan akhir 2007 atau awal 2008," ungkap Wiwin. Namun Wiwin mengaku belum tahu berapa nilai IPO karena PNM masih menghitung nilai kapitalisasinya.Sebelum IPO, PNM akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar terlebih dahulu. "Jadi kita akan terbitkan obligasi di awal tahun agar profitabilitas akan terlihat baik di akhir tahun ini," jelasnya.PNM menargetkan ekspansi aset di akhir 2007 bertambah sekitar Rp 1 triliun. Tercatat total aset PNM pada tahun 2006 sebesar Rp 2,2 triliun. "Kita harapkan di akhir tahun 2007 di atas Rp 3 triliun," katanya.Selain dari penerbitan obligasi, ekspansi aset diharapkan bisa diperoleh dari suntikan negara donor yakni konselor ekonomi Spanyol (ICO) sekitar 15 juta euro atau Rp 70 miliar."Suku bunganya murah, disesuaikan agar tidak mendistorsi mekanisme pasar, tenornya 12 tahun," ungkap Wiwin.Selain itu juga ada tambahan SOP sebesar Rp 60 miliar dan juga dari lembaga lokal lain.Untuk pertumbuhan pendapatan di tahun 2007, PNM menargetkan angka yang sama dengan perolehan di tahun 2006 yakni sebesar 20 persen. Pada tahun 2006, PNM mencatat pendapatan sebesar Rp 40 miliar."Jadi minimal di 2007 tumbuh 20 persen karena kita akan ekspansi di pendanaan. Selama ini kami mengalami kesulitan di pendanaan. Sekarang mudah-mudahan kami mulai mendiversifikasi funding sources kita," katanya.Wiwin mengakui, PNM belum menyetorkan modal sekitar Rp 900 miliar ke pemerintah. Saat ini, modal PNM sekitar Rp 1,2 triliun, dan yang sudah disetorkan pemerintah adalah Rp 300 miliar. "Jadi mudah-mudahan dengan privatisasi mungkin antara 20-30 persen dari total kepemilikan saham. Jadi kita akan menerbitkan saham baru," jelasnya. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads