Reksa Dana Pasar Uang Tak Lagi Menggigit
Selasa, 13 Feb 2007 12:43 WIB
Jakarta - Pasar reksa dana di tahun 2007 mulai menunjukkan kebangkitannya. Namun di Tahun Babi ini, Dewi Fortuna tidak berpihak ke reksa dana pasar uang.Reksa dana pasar uang di tahun 2007 tidak lagi memberikan keuntungan yang menggigit dibandingkan reksa dana saham karena tren suku bunga yang turun dan relatif stabilnya rupiah. Reksa dana pasar uang cocok untuk yang tidak berani mengambil risiko besar karena keuntungannya relatif kecil."ABN AMRO memberikan nilai underweight untuk reksa dana pasar uang," kata Investment Advisor ABN AMRO, Peter Harsono.Hal itu diungkapkan Peter dalam Media Briefing mengenai 'Outlook Ekonomi dan Investment Opportunity in Indonesia 2007' di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (13/2/2007).Sebaliknya reksa dana pasar saham akan kembali unjuk gigi karena tren harga saham yang terus naik meski diwarnai fluktuasi.Menurut Peter dengan PE Ratio (PER) saham yang bisa mencapai 18,83 kali, earning growth pasar saham di Indonesia sebesar 20 persen sampai tahun 2008."Reksa dana saham dibanding reksa dana jenis lain performanya akan lebih baik karena ada kenaikan IHSG. Dalam hal ini pemilihan saham akan menjadi hal krusial. Di tahun 2007 feel dari Manajer Investasi akan diuji," tutur Peter. Untuk reksa dana obligasi, Peter memberikan penilaian netral karena bunga SBI cenderung turun yang akan membuat harga obligasi naik."Selain itu ada kemungkinan rating kita naik lagi bisa menjadi BB atau lebih dan ini akan membuat nilai obligasi akan naik. Makanya kita berikan netral," jelas Peter.
(ir/qom)











































