Bakrie Telecom Belum Mau Jual Saham ke SK
Selasa, 20 Feb 2007 16:48 WIB
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengaku belum mau menjual sahamnya kepada pihak lain termasuk SK Telecom asal Korea. Direktur Utama BTEL Anindya N. Bakrie menampik kabar yang memberitakan telah terjadi pembelian saham atau akuisisi oleh SK Telecom. "BTEL selalu terbuka berbicara dengan siapa saja. Baik dengan vendor maupun operator. Tapi itu cuma ngobrol-ngobrol biasa. Lagi pula saat ini BTEL itu public company," kata Anindya, di sela-sela acara Telematika Kadin 2007, di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/2/2007).Anindya mengatakan, belum ada pembicaraan soal akuisisi maupun kerjasama. "Masih terlalu dini. meskipun kita sudah berbulan-bulan berbicara sejak tahun lalu," ujarnya.Menurutnya, ketertarikan pihak lain untuk berinvestasi dikarenakan saham BTEL sedang bagus-bagusnya, sedangkan teledensitas telekomunikasi di Indonesia masih sangat rendah. "Saya yakin bukan hanya SK Telecom, tapi operator lain juga berminat baik dari dalam maupun luar negeri," imbuhnya.Lagi pula, menurut Anindya, kebutuhan finansial BTEL sudah terpenuhi baik dari vendor financing, institusi keuangan seperti perbankan, maupun dari internal.Saat ini saham BTEL masih dikuasai induk perusahaan Bakrie & Brothers sebesar 55 persen.Anindya mengatakan BTEL saat ini merupakan bisnis inti dari Bakrie & Brothers. "Sepertiga pendapatan Bakrie & Brothers di-generate dari BTEL. Jadi itu bukan suatu hal yang kecil, lagipula kebutuhan capex BTEL di 2007 sudah terpenuhi," paparnya.Baik SK maupun BTEL sama-sama merupakan operator telekomunikasi berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Sebelumnya, pada Juli 2006 SK Telecom membeli 6,7 persen saham operator China Unicom Ltd. sebesar US$ 1 miliar.
(nks/ir)











































