Pemerintah Didesak Sita Jaminan Texmaco
Rabu, 21 Feb 2007 18:24 WIB
Jakarta - Aset Texmaco Grup kembali tidak laku dijual ke investor. Investor menawar aset Texmaco terlalu rendah. Pemerintah sebaiknya mengkaji opsi lain antara lain melakukan sita jaminan terhadap aset Texmaco.Hal tersebut disampaikan anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikFinance, Rabu (21//2007)."Ini opsi yang secara hukum aman dan kuat, tapi memang perlu waktu yang lama dan nilainya bisa naik dan turun," ujarnya.Kalau pun pemerintah tetap berniat menjual aset, maka harganya harus sesuai dengan hasil penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Atau menggunakan jasa penilai independen."Tapi karena nilainya di bawah BPKP, maka bisa menjadi masalah hukum di kemudian hari, jika penawaran dari investor di bawah itu sebaiknya tidak dijual," ujarnya.PT Perusahaan Pengelola Aset memperkirakan nilai aset kredit Texmaco mencapai Rp 29,37 triliun. Texmaco tidak beroperasi akibat kekurangan modal karena dibelit utang yang saat ini mencapai Rp 30 triliun.Anggota DPR dari fraksi PKS, Andi Rahmat menilai beberapa unit bisnis dari Texmaco masih mempunyai nilai yang baik. Andi meminta kalau pun tetap dijual minimal 25 persen dari total aset Texmaco. Pemerintah dan DPR menginginkan adanya recovery asset yang lebih baik."Memang harganya yang layak kita gak ngasih patokan, paling tidak tidak kurang 25 persen," ujarnya.Andi menilai DPR tidak perlu memanggil pemerintah untuk meminta klarifikasi soal tertundanya penjualan Texmaco oleh PPA."Nggak perlu pemerintah dipanggil lagi, DPR sudah kasih izin, tugas PPA sebagai pelaksana untuk mencari harga yang terbaik, tidak mudah memang untuk meyakinkan orang untuk membeli perusahaan bekas," ujarnya.
(ddn/qom)











































