Antam Cetak Laba Rp 5,4 T
Kamis, 22 Feb 2007 16:42 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhasil mencetak laba hingga Rp 5,4 triliun pada tahun 2006. Antam juga menargetkan kenaikan produksi menjadi 20-22 ribu ton per tahun pada tahun 2007. Produksi itu berarti meningkat dibandingkan tahun 2006 yang sebesar 14.400 ton.Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan Antam Kurniaji Atmosasmito usai seminar reformasi dan strategi peningkatan nilai BUMN melalui regrouping dan holding di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/2/2007).Kurniadi menjelaskan, untuk produksi emas 2006 sebanyak 2.869 ton dengan harga rata-rata US$ 600 per tray ounces. Untuk harga nikel tahun lalu sebesar US$ 10,14. Untuk saat ini, meski harga nikel sedang di posisi US$ 18, namun Antam mengaku konservatif dengan menggunakan angka US$ 12 sebagai patokan. Terkait holding BUMN pertambangan, Kurdiadi meyakini hal itu akan membuat jaringan pasar perusahaan semakin besar. Sehingga biaya operasional juga menjadi lebih efisien. "Operasional bisa lebih efisien karena market jadi satu, jadi lebih murah. Accounting juga bisa jadi satu, sehingga bisa lebih murah," katanya.Ia menambahkan, holding pertambangan berbeda dengan holding perusahaan-perusahaan semen. Hal itu dikarenakan pasar holding perusahaan semen cenderung sama sehingga bisa berebut. Sedangkan holding perusahaan tambang masing-masing melayani kebutuhan konsumen yang berbeda. "Inilah isu yang berbeda dengan semen. Kalau semen berebut market, kalau ini sendiri-sendiri," jelasnya.Saat ini proses pembentukan holding BUMN pertambangan masih ditangani Menneg BUMN. Ia mengaku belum tahu kapan bisa selesai dan bisa disampaikan ke pemegang saham dalam RUPS.
(qom/qom)











































